17 REKORIS MURI 2020
judul " HUT 30 Tahun, MURI Beri Penghargaan Untuk 17 Rekoris;
MEMORY CHAMPIONSHIP 2017
Kemenangan manis Tim Putra-putri Indonesia di Singapore
Tema PPL at LENTERA HARAPAN, LAMPUNG
Pendalaman Iman dan life skill menghafal Alkitab
Tema SISWA HOPE ASIA ANGKATAN 27
Kebiasaan bersaat teduh menjadi life style siswa Hope Asia
MEMORY CHAMPIONSHIP 2018
Perjalanan Tim Putri Indonesia ke Singapore
Minggu, 25 Oktober 2020
PROFIL
Nama : Anneke A Polak,S.Pd adalah seorang pendidik dengan latar belakang pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi International Harbest (STTIH) Program study Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Urutan Perangkat Pembelajaran

Pengertian :
Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut. Wikipedia
Sabtu, 24 Oktober 2020
Jumat, 23 Oktober 2020
17 Putra-Puteri Indonesia penerima Rekor MURI 2020,
Dalam rangka rangkaian HUT ke-30, Museum Rekor-Dunia
Indonesia (MURI) , menggelar acara MURI Award di Jaya Suprana Institute Mall of
Indonesia, Kelapa Gading pada Jumat (28/2/2020) .
Penghargaan langsung diserahkan oleh pendiri MURI Bapak Jaya
Suprana, terhadap 16 rekoris yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia.
Jumat (28/2/2020).
Anneke Polak, adalah
salah satu Wanita Indonesia yang di Anugrahi Penghargaan Prestasi Nusantara Penghapal Ayat-Ayat
Alkitab dan penulis buku BIBLE MEMO , (Metode Revolusioner Menghafal Alkitab
dengan Cepat, Mudah, dan Menyenangkan).
"Sebagai apresiasi terhadap insan Indonesia terpilih atas gebrakannya dalam menginspirasi masyarakat," kata pendiri yang juga Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, Jumat (28/2/2020)
GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH YANG BARU
sumber foto : Pixabay.com
Kelas IX Bab 1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Bahan Alkitab : Kisah 2:1-47; 1 Petrus 2:9-10; Yeremia 31:31-34
A. Pendahuluan
Kegiatan 1
Menyanyikan lagu KJ 257: 1-3 ”Aku Gereja, Kau pun Gereja”.
Ref.:
Aku Gereja, kau pun Gereja, kita sama-sama Gereja dan pengikut Yesus di seluruh dunia, kita sama-sama Gereja.
1. Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya;
Bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja adalah
orangnya.
2. Berbagai macam manusia, terdiri dari bangsa-bangsa,
lain bahasanya dan warna kulitnya, tempatnya pun berbeda
juga.
3. Di waktu hari Pentakosta Roh Kudus turunlah ke dunia;
G’reja disuruh-Nya membawa berita kepada umat manusia.
Lagu: Richard K. Avery
Terjemahan A. Simanjuntak.
Gereja perdana terbentuk sebagai koreksi atas
umat Israel yang menjadikan
Taurat sebagai hukum yang membelenggu diri dan
sebagai alat untuk
menghakimi orang lain. Bagaimana orang sekarang
menggunakan hukum hukum
agama untuk membelenggu diri sendiri dan
menghakimi orang lain?
Pernahkah kamu menghakimi seseorang yang tidak
pergi ke gereja pada suatu
hari Minggu? Coba perhatikan percakapan di bawah ini:
Tina :”Didi, kok kamu nggak ke gereja sih tadi
pagi? Itu dosa lho!”
Santo :”Rudi, kamu nggak boleh mendengarkan
musik sejenis itu. Itu dosa, tahu!”
Marni :”Nana, pakaian kamu tuh nggak sopan ya.
Itu dosa!”
Berapa sering kamu mendengar kata-kata seperti
itu yang diucapkan oleh
teman kamu? Atau mungkin kamu sendiri pernah
berkata demikian kepada
salah seorang teman kamu? Bahaslah masalah ini
dengan teman kamu
sebangku. Apakah kamu setuju dengan apa yang
dikatakan oleh Tina, Santo,
dan Marni? Kalau ya, mengapa? Kalau tidak, apa
sebabnya? Menurut kamu,
manakah sikap yang mirip dengan apa yang
diperlihatkan oleh para ahli Taurat
di zaman Tuhan Yesus?
Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan itu dengan
teman kamu sebangku,
lalu tuliskan jawabanmu di bawah ini!
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
E. Pergumulan Gereja
1. Gereja yang Terbuka
Bagaimanakah sifat gereja perdana? Salah satu
sifatnya sudah kita baca dalam bacaan Kisah Para Rasul pasal 2 tadi. Di
situ digambarkan bahwa gereja perdana adalah gereja yang terbuka.
Gereja ini terdiri dari orang-orang dari berbagai daerah di seluruh dunia. Ini
berarti, walaupun pada mulanya murid-murid Yesus hanya terdiri dari
orang-orang Yahudi, bahkan hanya dari satu daerah saja yaitu Galilea, gereja perdana
sudah terdiri dari orang-orang yang berasal dari latar belakang bahasa dan
budaya yang berbeda-beda.Selain itu, gereja perdana juga terbuka bagi
kepemimpinan perempuan.
Banyak tokoh perempuan yang berkiprah di gereja
perdana, seperti Lidia (Kis.16:14, 40), Priskila (Kis. 18:2, 18), Yunia
(Rm. 16:7).Gereja juga menerima orang yang cacat, yang
tidak sempurna, untuk menjadi anggotanya. Dalam Kisah 8:27-40 dikisahkan
bahwa Filipus membaptiskan seorang sida-sida Etiopia. Sida-sida adalah
laki-laki yang dikebiri. Dalam aturan keagamaan Yahudi, orang yang dikebiri
dilarang masuk ke Bait Suci dan mempersembahkan korban. Bagaimana dengan gereja di masa kini? Banyak
gereja di Indonesia yang terbentuk di dalam kelom pok-kelompok suku
tertentu. Hal ini disebabkan oleh strategi penginjilan yang dilakukan oleh para
misionaris barat di Indonesia. Mereka berpendapat bahwa gereja-gereja akan
lebih mudah berkembang apabila mereka menggunakan bahasa yang sama dan
mengenal budaya yang sama. Namun, dampak negatifnya, kadang-kadang
tercipta eksklusivisme kesukuan di gereja-gereja ter sebut. Dapat saja
sebuah kelompok suku tertentu menganggap gerejanya lebih baik dan lebih hebat
daripada kelom pok suku yang lain. Kenalkah kamu akan gereja seperti
itu? Semoga tidak ada, bukan? Hal ini tentu sangat berbeda dengan gereja
perdana yang kita lihat terbentuk
di Yerusalem. Kelompok seperti itu jelas
berbeda dengan gereja yang dicitacitakan Tuhan Yesus sebagai sebuah komunitas yang
terbuka.
2. Pemahaman tentang Ajaran yang Benar
Selain eksklusivisme kesukuan, mungkin ada
gereja-gereja tertentu yang
menganggap dirinya yang paling benar dan paling
suci. Di daerah Pegunungan Appalachia di Amerika Serikat, ada sekelompok
orang Kristen yang percaya bahwa mereka dapat menguji iman mereka dengan
memegang ular-ular yang sangat berbisa. Kalau mereka digigit ular
itu dan tidak mati, maka itu membuktikan bahwa mereka memiliki iman yang
kuat dan benar. Hal ini didasarkan pada Markus 16:17-18, Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang
yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka
akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka
akan memegang ular,dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka
tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas
orang sakit, dan orang itu akan sembuh.
Bagaimana pendapat kamu tentang ayat di atas?
Apakah kamu percaya bahwa Tuhan Yesus akan melindungi kita dari
hal-hal di atas? Coba diskusikan pertanyaan-pertanyaan
ini dengan teman kamu sebangku dan tuliskan hasilnya.
Kita percaya bahwa Tuhan akan melindungi kita dari mara bahaya, namun kalau kita dengan sengaja memegang ular dan mengharapkan kita akan tetap selamat, bukankah itu sama dengan mencobai Tuhan? Kita dapat melihat hal yang serupa ketika Tuhan Yesus dicobai Iblis di padang gurun dan kepada-Nya dikatakan, ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (Mat. 4:6). Namun kepada Iblis, Tuhan Yesus menjawab, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Mat. 4:7).
3. Gereja yang Gagal Menjadi Teladan
Mahatma Gandhi, seorang tokoh kemerdekaan India, sering membaca Alkitab, khususnya kitab Injil Matius. Ia sangat tertarik oleh ajaran-ajaran Yesus yang terdapat dalam Khotbah di Bukit. Ia ingin sekali berkenalan dengan Yesus yang digambarkan di dalam Alkitab. Pada masa mudanya, di tahun 1920-an, Gandhi tinggal dan bekerja di Afrika Selatan. Saat itu, pemerintah Afrika Selatan mempraktikkan politik apartheid, yang membedabedakan orang berdasarkan warna kulitnya. Orang kulit berwarna gelap seperti orang-orang Afrika, keturunan India, Melayu, dan lain-lain. – dilarang bergaul dengan orang kulit putih. Mereka dilarang memasuki gedung-gedung atau tempat-tempat yang khusus disediakan untuk orang-orang kulit putih. Mereka pun dilarang menikah dengan orang kulit putih. Orang yang berani melanggar aturan-aturan ini akan dihukum dan dijebloskan ke dalam penjara. Suatu hari Gandhi berkunjung ke gereja orang kulit putih di Capetown. Ternyata ia ditolak karena warna kulitnya. Gandhi kecewa. Ia mengatakan, ”I like your Christ. I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.” Artinya, ”Aku suka akan Kristusmu. Tapi aku tidak suka orang orang Kristenmu. Orang-orang Kristen sangat berbeda dengan Kristusmu.” Apa yang dikatakan oleh Gandhi sungguh sebuah kritik yang tajam bagi kita orang Kristen, karena kita seringkali gagal mencerminkan siapa Yesus Kristus yang sesungguhnya yang kita kenal dan sembah itu. Dalam cara apa lagi gereja dapat menjadi batu sandungan bagi orang.lain? Di negara Pantai Gading, di Afrika, berdiri Basilika Notre Dame de la Paix de Yamoussoukro atau Basilika Maria Ratu Perdamaian Yamoussoukro. Gereja ini adalah gereja Kristen terbesar di seluruh dunia, yang dibangun oleh Presiden Félix Houphouët-Boigny (baca: Feliks Ufwet Bwanyi) di desa tempat kelahirannya dengan harapan bahwa desa itu akan menjadi ibu kota negaranya. Basilika ini dibangun antara 1985-1990 dengan biaya $300 juta (sekitar Rp3.050.000.000.000,00 atau Rp3 triliun lebih). Basilika ini dapat menampung 7.000 tamu yang duduk dan 11.000 tamu yang berdiri.
Keseluruhannya dibangun dengan marmer yang diimpor dari Italia, dan dihiasi dengan lukisan dari kaca seluas 7.000m2 yang diimpor dari Prancis. Bagaimana dengan rakyat Pantai Gading sendiri? Pantai Gading adalah salah satu negara miskin di Afrika. Pada tahun 2008, 42% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka hidup dengan penghasilan sekitar Rp13.000,00 per hari. Karena itu, sungguh sangat memalukan ketika gereja yang sangat mewah dibangun di tengah-tengah kemiskinan masyarakat sekitarnya yang luar biasa! Bagaimana pendapat kamu sendiri? Apakah kamu setuju kalau orang membangun gereja yang mewah seperti itu? Coba bahas masalah ini dengan teman-teman kamu!
4. Hidup Saling Berbagi
Sebuah cara hidup yang sangat menarik yang diperlihatkan oleh gereja perdana adalah bagaimana setiap orang menjual harta milik mereka dan kemudian hidup saling berbagi. Kis. 2:44-45 mengatakan:
Gambar 1.2 Basilika Notre Dame de la Paix de Yamoussoukro di Pantai Gading Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 9 44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Orang-orang Kristen perdana tidak menganggap milik mereka hanya untuk mereka sendiri. Mereka saling membagikan apa yang mereka miliki, sehingga tidak ada seorang pun yang kekurangan. Cara hidup ini sungguh menarik, sebab sangat berbeda dengan hidup sebagian orang yang materialistis, yangsangat mementingkan harta dan kekayaan. Orang yang materialistis selalu menilai orang lain dari apa yang orang itu miliki, mobil apa yang mereka kendarai, merek pakaian yang mereka kenakan, di daerah mana mereka, berapa luas rumahnya, di mana mereka berlibur, dan lain-lain. Melihat cara hidup orang-orang ini, sungguh menarik bila kita mencatat apa yang dikatakan oleh Warren Buffet – salah seorang paling kaya di dunia – dalam nasihatnya tentang bagaimana menjadi kaya. Kalau orang tertentu selalu melihat merek pakaian yang mereka beli, maka Buffet yang kaya raya justru tidak peduli dengan merek suatu barang. Buffet mengatakan, jangan membeli pakaian dengan melihat mereknya. Belilah pakaian yang nyaman dipakai, walaupun itu pakaian yang murah. Bagi Buffet itu adalah resep menuju kaya. Bagi orang Kristen perdana, gaya hidup itu didasarkan pada kecukupan dari apa yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan. Kebutuhan dan keinginan tidak sama. Kita dapat mengingini banyak hal, namun mungkin sekali banyak di antaranya sebetulnya tidak kita butuhkan. Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, Live simply, so others can simply live! Artinya, ”Hiduplah sederhana, agar orang lain dapat sekadar hidup!” Bila kita hidup berlebih-lebihan, makan minum secara berlebihan melampaui batas kebutuhan kita, maka akan ada banyak orang yang hidup kekurangan. Tuhan mengajarkan kita hidup dengan secukupnya, seperti yang dijalani oleh orang-orang Kristen dari gereja perdana dengan cara berbagi dengan sesamanya. Nah, bagaimana dengan kamu sendiri? Kapan terakhir kamu berbagi dengan temanmu? Dengan seseorang yang tidak kamu kenal? Apa yang kamu berikan kepada orang itu? Sebagian dari makan siang kamu? Sebagian dari uang jajan
kamu? Pakaian kamu? Coba ceritakan pengalaman kamu, dan bagaimana sikap orangtua kamu ketika mengetahui ketika kamu memberikan sesuatu kepada orang lain! Apakah mereka terkejut? Bangga? Memuji kamu? Atau memarahi kamu?
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
F. Penilaian
1. Kata ”gereja” berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu ”ekklesia”, yang berarti ”dipanggil keluar”. Bagaimana gereja kamu memahami keberadaan dirinya sebagai komunitas yang ”dipanggil keluar”? Dipanggil untuk keluar ke mana?
........................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................
2. Coba bandingkan gereja kamu dengan gereja yang digambarkan dalam Kisah 2:1-47! Adakah persamaan dan perbedaan di antara keduanya?
.....................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. ”Gereja perdana terbentuk sebagai koreksi atas umat Israel yang menjadikan Taurat sebagai hukum yang membelenggu diri dan sebagai alat untuk menghakimi orang lain.” Seberapa jauh hal itu dapat terlihat di dalam kehidupan gerejamu sekarang?
.....................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
4. Seberapa besar peranan kaum perempuan di gerejamu sekarang? Apakah mereka juga terlibat dalam kepemimpinan gereja, sebagai penatua? Pendeta? ataupun sebagai Bishop?
............................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
5. Kalau kaum perempuan di gerejamu kurang berperan, apakah sebabnya? Bagaimana memperbaiki keadaan ini?
..........................................................................................................................................................
.........................................................................................................................................................
G. Rangkuman
Gereja yang terbentuk di Yerusalem pada hari Pentakosta adalah buah pekerjaan Roh Kudus, bukan manusia. Gereja perdana terdiri dari orang orang yang beraneka ragam suku bangsa, ras, dan bahasa. Dengan demikian, gereja adalah komunitas yang terbuka dan inklusif, yang terpenting dari gereja bukanlah gedungnya melainkan orangnya. Itu berarti sederhana atau mewah gedungnya tidaklah penting.
Orang-orang di gereja perdana hidup dengan berbagi kepada sesamanya. Gaya hidup ini masih dilakukan oleh banyak orang Kristen dan gereja yang berbagi lewat persembahannya, lewat bantuannya kepada orang miskin, para korban bencana alam, bea siswa pendidikan, bantuan kepada orang jompo, keberpihakan kepada korban-korban ketidakadilan, dan lain-lain.
H. Nyanyian Penutup:
Menyanyikan lagu NKB. 111 “Gereja Bagai Bahtera”, sambil menghayati makna kata-katanya tentang kehidupan dan pergumulan gereja-gereja kita.
1. Gereja bagai bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih: Betapa jauh, di manakah labuhan abadi?
Reff: Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak.
Ya Tuhan tolonglah!
2. Gereja bagai bahtera pun suka berhenti, tak menempuh samudera, tak ingin berjerih
dan hanya masa jayanya selalu dikenang, tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam!
Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya,tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah.
3. Gereja bagai bahtera diatur awaknya, setiap orang bekerja menurut tugasnya. Semua satu padulah, setia bertekun, demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh. Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh.
sumber : Buku Pendidikan Agama Kristen kelas IX Kementrian pendidikan dan kebudayaan.
Kamis, 22 Oktober 2020
HIDUP BERIMAN
Gambar : Pixabay.com
Kelas VIII Bab 1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Hidup Beriman
Bahan alkitab : Ibrani 11;1 Yakobus 2:1 dan 2 Timotius 4:7
Bahan Alkitab: Ibrani 11:1; Yakobus 2:17;2 Timotius 4:7
A. A. Pengantar
Pelajaran ini membahas mengenai hidup beriman dan bagaimana memelihara iman.
Dalam pelajaran ini kamu belajar mengenai iman dari segi
defenisi konsep,bagaimana memelihara iman dan mengapa remaja Kristen harus
hidup sebagai orang beriman. Yesus Kristus adalah anak Allah yang telah lahir,
mati dan bangkit bagi kamu. Ia menebus dosa manusia dan peristiwa itu telah
berlangsung berabad-abad lamanya. Cerita mengenai Yesus Kristus tidak akan
dipahami secara mudah jikakamu tidak beriman kepada-Nya. Laksana tumbuhan, iman
membutuhkan pupuk supaya bertumbuh dan berbuah, iman harus dipelihara dalam
hidup kita. Untuk memiliki dan memelihara iman kepada Yesus Kristus, kamu harus
mempercayai-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Orang percaya mengungkapkan
iman melalui tindakan dan cara hidup sebagaimana tertulis dalam Yakobus 2: 17b,
“Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
hakekatnya adalah mati
.”Kata “iman” dalam Perjanjian Lama berarti “berpegang
teguh”. Beriman berarti berpegang teguh pada keyakinan yang dimiliki akan suatu
hal, karena hal itu dapat dipercaya dan diandalkan. Demikianlah iman selalu
berkaitan dengan“percaya.” Kata “pengharapan” juga tidak terlepas dari iman
kepada Tuhan.Iman membangkitkan pengharapan, sekaligus mendorong seseorang
untuk mewujudkan pengharapannya itu
Alkitab mencatat banyak tokoh beriman dalam pergumulan
mereka masing-masing. Salah satu tokoh Alkitab yang disebut Bapaksegala orang
beriman adalah Abraham.Apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus
dengan segenap jiwa, hati dan akal budi kita, maka apa yang dikehendaki-Nya
atas diri kita pastiterjadi. Inilah juga pengharapan kita dalam iman kita
kepada-Nya. Sifat iman ituaktif, artinya, kita benar-benar yakin akan kebenaran
Firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam
ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman
kita itu sudah mati.Menurut Ibrani 11:1,
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita
harapkan,dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Artinya, iman percaya itu akan terlihat dalam perbuatan. Iman percaya itu dapat melihat dan meyakini sesuatu hal yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang tidak pernah kamu lihat secara fisik namun kamu percaya pada-Nya berdasarkankesaksian Alkitab. Iman merupakan anugerah Allah yang dicurahkan bagi orangyang percaya dan berharap kepada-Nya serta melakukan kehendak-Nya. Jadi,dalam iman ada unsur percaya dan pengharapan. Beriman artinya mengamini janji- janji Allah di dalam Yesus Kristus dengan segenap hati, akal budi dan perbuatan.
B. Iman dan Percaya
Menurut Niftrik dan Boland, aspek iman tidak dapat
dipisahkan dari percaya.Manusia beriman membangun imannya dengan kepercayaan
yang menjadi akardari iman. Alkitab menyatakan bahwa,
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orangberkenan kepada
Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percayabahwa Allah
ada, dan bahwa Allah memberi upah keoada orang yang sungguh-sungguh mencari
Dia.
” (Ibrani 11:6 ). Selanjutnya Ibrani 6:7-9 menulis tentang
Nuhdan Abraham yang telah menunjukkan imannya yang luar biasa kepada Allah.Iman
mereka terus bertumbuh dalam perjalanan hidup mereka dan mereka terusmemelihara
iman.
Nuh merupakan tokoh fenomenal pada zamannya, ketika ia mulai mengerjakan bahtera sebagaimana diperintahkan Tuhan padanya.Banyak orang memperolok dirinya bahkan menganggap Nuh kurang waras. Berbagai tekanan yang dialaminya tidak mudah untuk dihadapi ,namun ia percaya kepada Tuhan. Imannya tidak goyah menghadapi tekanan dari penduduk kota.Sampai tiba saatnya mereka sekeluarga masuk ke dalam bahtera dan turun hujan 40 hari lamanya sehingga seluruh bumi tergenang air. Tidak ada manusia yang selamat kecuali Nuh dan keluarganya (seisi rumahnya).
Ketika Abraham disuruh Tuhan untuk meninggalkan
tempat tinggalnya dan pergi ke suatu negeri yang belum ia ketahui, ia taat
kepada perintah Tuhanitu tanpa bertanya atau mengeluh. Allah berjanji akan
menjadikan keturunan Abraham sebagai bangsa yang besar dan diberkati oleh Allah.
Demikianlah Abraham pergi tanpa kejelasan arah dan tujuan. Ia hanya mengandalkan
janji Allah dan ia tetap memegang teguh janji tersebut. Abraham percaya dan
dengan sepenuh hati menyerahkan masa depannya kepada janji Allah. Ia harus
berpisah dari sanak keluarganya, dari habitatnya untuk menjalani perintah Tuhan.
Berbagai rintangan dan kesulitan ia hadapi. Puncak dari perjuangannya adalah
ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban bagi-Nya. Anak
tunggal yang diperoleh dari Tuhan setelah sekian lama menantikannya. Iapun
memenuhi perintah Allah untuk mengurbankan Ishak. Namun, Allah meluputkan Ishak
dan menggantikannya dengan hewan kurban bagi Abraham. Melalui ujian ini, Abraham disebut
sebagai bapa segala orang beriman. Bacalah lebih lengkap kisah ini di
Kejadian22: 1-14. Riwayat Nuh dan Abraham dapat menjadi petunjuk bagi kamu,
bagaimana manusia beriman menampakkan iman dan percayanya kepada Tuhan. Mereka bertindak menyenangkan hati Tuhan. Tindakan Nuh dan Abraham didasari oleh aspek
“percaya” kepada janji Tuhan, mereka mengenal Tuhan yang dipercayai, mereka merasakan
kedekatan dengan-Nya, mereka membangun relasi atau hubungan yang intim dengan
Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya secara teratur. Hubungan dengan Tuhan dibangun
berdasarkan pengenalan, kedekatan serta pengetahuan akan Tuhan yang melibatkan
seluruh diri mereka, baik hati nurani maupun akal budi.
Dalam Kitab Perjanjian Baru ada dua peristiwa yang dapat
diangkat sebaga icontoh dalam kaitannya dengan aspek percaya.
Pertama, perempuan Kanaan (Matius 15:21-28). Anak perempuan Kanaan ini kerasukan setan dan amat menderita. Ketika ia mendengar Yesus sedang berada di daerah dekatnya,perempuan ini segera pergi ke sana dan meminta Yesus menyembuhkan penyakit anak perempuannya itu. Yang menarik adalah Yesus ternyata tidak mempedulikan permintaan tolong perempuan Kanaan itu. Perempuan itu terus berusaha mendekati Yesus sambil memohon. Perkataan Yesus kemudian sebenarnya bisa sangat menyakitkan hatinya, tetapi perempuan Kanaan itu tidak peduli; ia tetap meminta tolong Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Oleh karena melihat keteguhan hati perempuan Kanaan itu, Yesus pun mengabulkan permintaannya dengan menyembuhkan penyakit anaknya itu .
Kedua, Yesus menyembuhkan perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10). Hamba perwira Romawi ini mengalami sakit keras. Ia sangat mengasihi hambanya itu.Ketika ia mendengar Yesus memasuki kota Kapernaum, ia mengutus beberapa orang suruhannya untuk meminta Yesus menyembuhkan penyakit hambanyaitu. Yesus pun mengabulkan permintaan perwira Romawi itu. Pada waktu ia mengetahui bahwa Yesus bersedia menyembuhkan hambanya, justru perwira Romawi merasa dirinya tidak pantas menerima kehadiran Yesus di rumahnya. Ia hanya meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya itu dari jauh, karena ia percaya, tanpa perlu datang ke rumahnya pun, Yesus sanggup menyembuhkan hambanya itu. Demikianlah Yesus memuji “iman” perwira Romawi itu dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu.
Kesimpulan dari dua buah cerita dalam Perjanjian Baru tersebut, adalah, apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus (melalui firman-Nya) dengan segenap jiwa, hati dan akal budi, maka apa yang dikehendaki-Nya atas diri kita pasti terjadi. Inilah pengharapan kita dalam iman kepada-Nya. Sifat iman itu aktif ,artinya, kamu harus benar-benar yakin akan kebenaran firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman kita itu sudah mati.
C. Implikasi bagi Saya
Simak empat buah cerita di atas (pada subbab B), kemudian
berikan komentarkamu. Dari empat buah cerita itu, manakah yang dapat
menggambarkan sikapiman dan percaya pada Allah? Manakah yang dapat
menggambarkan bahwa iman orang percaya dibangun berdasarkan janji Allah untuk
menyelamatkanorang percaya?
Pada suatu ketika, kamu akan menghadapi ujian kenaikan
kelas. Kamu kurang menggunakan waktu untuk belajar. Ketika hari ujian tinggal
satu atau dua har lagi, kamu khawatir memperoleh nilai jelek. Kamu sadar bahwa
persiapan untuk mengikuti ujian amat kurang. Dalam ketakutan, kamu berdoa minta
pimpinan Tuhan dan berharap Tuhan akan menolong memberikan nilai yang baik pada
mu.Kamu juga mempersiapkan kertas contekan untuk berjaga-jaga, dan jika
situasi memungkinkan, kamu akan menyontek. Apakah sikap kamu dapat dikatakan sebagai
sikap orang beriman? Mengapa demikian?
D.Memelihara Iman
Dalam 2 Timotius 4: 7-8, Rasul Paulus menulis,”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku,melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
Nampaknya Rasul Paulus mencoba menggambarkan betapa
beratnya upaya untuk mempertahankan dan memelihara iman. Ia tidak hanya
memelihara iman dengan berdoa, namun juga bersaksi memberitakan Injil Kerajaan
Allah, berani mengatakan kebenaran dan menegur yang bersalah, memiliki
penguasaan diri,sabar dan tabah dalam penderitaan. Itulah cara Paulus
memelihara iman dan pengalaman ini ia bagikan kepada Timotius. Manusia di dalam
dirinya sendiri tidak berdaya jika Roh Allah tidak mengaruniakan kepadanya
kekuatan iman,pengertian dan pengharapan. Allah memberikan Roh-Nya hanya untuk
orang yang menaati Dia (Kisah Para Rasul 5:32). Sejajar dengan itu, dalam Kitab
Efesus2:8-9 tertulis,
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukanhasil usahamu, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan adaorang yang memegahkan diri.”
Dalam rangka mendukung pernyataan tersebut di atas, Efesus 6:13-18 menulis, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitaka nInjil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orangKudus.”
Perisai iman yang disebutkan di dalam bagian Kitab tersebut ditutup dengan sebuah pernyataan, yaitu berdoalah setiap waktu dengan permohonan yang tak putus-putusnya. Artinya, manusia beriman harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya. Melalui doa, orang beriman bisa datang lebih dekat kepada Tuhan. Doa menjaga relasi orang beriman dengan Allah menjadi semakin akrab sehingga Allah semakin dikenal. Dengan doa kita dapat mengetahui apakah kehendak Allah dalam hidup ini. Sangat menyedihkan bahwa banyak orang Kristen berpikir bahwa Yesus Kristus akan menyelamatkan mereka dari neraka, dosa dan maut hanya dengan menyebut nama-Nya setiap waktu. Untuk itu, Yesus telah mengatakan:
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam KerajaanSorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga.” (Matius 7:21).Apakah kehendak Bapa itu? Beberapa hal yang telah disebutkan dalam Kitab 2 Timotius 4:7-8 dan Efesus 6:13-18. Kamu dapat membacanya dan membuat catatan mengenai kehendak Bapa yang disebutkan dalam bagian Alkitab tersebut. Dalam menjaga serta memelihara iman, orang percaya diminta untuk setia berdoa dan membaca Alkitab.
E. Belajar dari Tokoh Alkitab
Pilihlah salah satu tokoh Alkitab yang ada dalam bacaan
Daniel 3, Matius 26:20-25 dan Matius 26:69-75. Kemudian, temukan dan catat apa
yang dilakukan tokoh itu dalam memelihara iman. Tulis komentar kamu mengenai
tokoh tersebut, yaitu apa yang kamu kagumi dari dirinya. Bacalah Matius 17:20,
apa artinya memindahkan gunung dengan iman kita.
F. Ciri-Ciri Orang yang Memelihara Iman
Tiap manusia
mempunyai harapan akan kebahagiaan sejati yang telah ditanamkan dalam setiap
hati manusia. Harapan ini adalah suatu keinginan hati berdasarkan iman. Tanpa
iman, maka manusia tidak akan mempunyai pengharapan. Harapan inilah yang membuat
manusia bertahan menanggung segala macam penderitaan dan kesulitan hidup, karena
berharap akan kehidupan kekal di surga. Harapan yang membuat manusia dapat
berdiri tegak di tengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan kehidupan.
Orang yang memelihara iman adalah mereka yang memiliki sikap berikut.
Bijaksana dalam memposisikan diri ditengah krisis yang
sedang dihadapi
Dalam Daniel 1:8, Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki iman bahwa pembuangan yang dialaminya memiliki dimensi pengajaran sehingga mereka peka bagaimana seharusnya mengambil sikap. Karena iman, mereka tidak menyantap makanan yang diberikan raja dengan kemewahannya. Karena iman, mereka percaya akan lebih bugar dengan santapan sederhana.
Itulah praktik peran iman
merekayaitu tahu memposisikan diri di tengah krisis. Mereka tidak mau menyembah
patung berhala raja meskipun diancam hukuman berat. Sebagai akibat dari ketaatan
kepada Tuhan, mereka dicampakkan dalam api yang bernyala namun Tuhan
menyelamatkan mereka. Hasilnya, raja pun takluk kepada Tuhan yang mereka sembah.
Tetap menghormati norma sosial masyarakat
Konteks hidup Daniel dan kawan-kawan di tengah lingkungan
pluralistik mirip dengan konteks Indonesia yang majemuk. Namun Daniel yang
beriman tidak menjadikannya langsung menolak semua norma sosial masyarakat.
Contoh,Daniel mengikuti kebiasaan setempat dalam memberi salam kepada raja dan
iatidak keberatan ketika nama mereka diganti dengan nama Babel.
Menerima keterbatasannya sebagai manusia
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah. Sebagai
ciptaan, manusia memiliki keterbatasan. Dapatkah kamu menyebutkan apa saja
keterbatasan manusia? Karena keterbatasan itu maka manusia menggantungkan
hidupnya pada Tuhan. Percaya dan memberikan diri dipimpin oleh Tuhan tidak
berarti manusia bersikap pasif. Orang beriman termotivasi untuk belajar dan
bekerja dengan giat.
Terus menjaga dan membina hubungan yang akrab dengan Tuhan
melalui doa dan membaca Alkitab
Berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidup baik itu
menyenangkan maupun tidak, dalam segala situasi orang beriman tetap memelihara
hubungan yang akrab dengan Tuhan. Hal itu dilakukan melalui kesetiaan dalam
berdoa dan membaca Alkitab.
Tetap setia apapun keadaannya
Orang beriman tetap setia dan percaya pada Tuhan dalam
menghadapi berbagai masalah kehidupan. Iman mereka tidak pernah surut dan tidak
hilang percaya kepada Tuhan. Terkadang menghadapi masalah, apalagi jika masalah
itu berat, manusia cenderung meragukan Tuhan. Bangsa Israel sering melakukannya ketika
mereka berada di padang gurun, padahal Tuhan telah melakukan banyak mujizat bagi
mereka. Ketika menghadapi kesukaran mereka bersungut-sungut dan meragukan Tuhan.
Menerima baik-buruknya peristiwa kehidupan sebagai kedaulatan Tuhan
Orang beriman menerima berbagai peristiwa yang terjadi
dalam kehidupannya seraya mengakui kedaulatan Allah dalam hidupnya. Hal ini
berbeda dengan sikap“pasrah” yang fatalistik. Tentu saja dalam menghadapi
masalah, orang beriman akan berupaya mengatasinya tetapi tidak mengandalkan
kemampuannya sendiri namun sambil berupaya mereka tetap berdoa dan percaya
kepada Tuhan.
G.Berbagi Kesan dan Pesan
Kamu dapat berbagi mengenai apa telah dipelajari hari ini.
Apakah kamu memahami apa artinya memiliki iman kepada Yesus Kristus dan
memelihara iman? Perasaan atau kesan apa yang kamu dapatkan dari pelajaran ini?
Bagaimana cara kamu memelihara iman? Apakah kamu melihat orang tua kamu
memelihara imannya? Bagaimana cara mereka melakukannya?
H. Rangkuman
Bagi orang Kristen, beriman berarti berpegang teguh pada
keyakinan yang dimiliki tentang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Dalam keyakinan itu, kamu percaya kepada Yesus dan menaruh pengharapan
kepada-Nya bahwa Ia menyelamatkan kamu dari dosa. Karena kamu telah diselamatkan
makakamu menanggapi anugerah keselamatan itu dengan cara melakukan
semua perintah-Nya dalam hidup kamu. Iman membangkitkan pengharapan,
sekaligus mendorong seseorang untuk mewujudkan pengharapannya itu. Untuk itu,
kamu terdorong untuk memelihara iman dengan cara setia berdoa dan
membaca Alkitab.
Doa Penutup
Terima kasih Tuhan
karena kami boleh mengenal Engkau dalam kasih dan kemuliaan-Mu. Terima kasih
untuk pembelajaran hari ini. Bantu kami agar kami terus memelihara iman
kepada-Mu, agar kami selalu teguh dalam iman dan percaya kepada Allah dalam
Yesus Kristus Tuhan kami. Sebagai remaja kami menghadapi berbagai tantangan dan
godaan karena itu kami mohon agar Tuhan menguatkan kami agar kami mampu
memelihara Iman. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, Amin.
sumber : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ; Kementrian pendidikan dan kebudayaan
INDAHNYA MENGAMPUNI
Gambar : Pixabay.com
Indahnya Mengampuni
(Bahan Alkitab: Kejadian 45:1-14; Matius 6:14-15 dan Matius
18:22-35)
A. Pengantar
Apakah kamu pernah mendengar nama Nelson Mandela? Ia adalah
seorang tokoh pejuang Afrika Selatan yang memperjuangkan
keadilan bagi
kaum kulit hitam di Afrika Selatan yang ditindas dan
diperlakukan secara
tidak adil. Demi memperjuangkan nasib kaumnya, ia dipenjara
lebih dari 20
tahun. Setelah Nelson Mandela dibebaskan dan memenangkan
pemilihan
umum di Afrika Selatan sehingga terpilih sebagai presiden,
orang pertama
yang diundang untuk makan malam bersamanya adalah kepala penjara.
Padahal dalam masa hukumannya, kepala penjara itu banyak
merugikan
dirinya. Ketika para wartawan mengajukan pertanyaan
kepadanya: mengapa
Anda memberi prioritas pada kepala penjara yang sering
menyakiti Anda?
Maka jawab Mandela:”Kamu harus terlebih dahulu mengampuni
seseorang
yang berada di dekatmu dan paling banyak menyakitimu. Jika
kamu mampu
melakukannya, kamu dapat mengampuni semua orang yang
melakukan
kejahatan padamu”. Mengampuni berarti membebaskan dirimu
dari
kebencian dan membiarkan perasaan damai menguasai hatimu.
Sikap yang luar biasa, bukan? Pernahkah kamu mengampuni
atau
diampuni seseorang? Coba ceritakan pengalamanmu itu secara
berkelompok
atau kamu dapat berbagi dengan teman sebangku tentang
bagaimana kamu
mengampuni ataupun diampuni oleh seseorang. Apa yang kamu
rasakan
setelah mengampuni atau diampuni olehnya? Sebaliknya,
adakah pengalaman
ketika kamu tidak bersedia mengampuni orang lain ataupun
tidak diampuni
B. Memahami Pengampunan
Kegiatan 1
Setelah berbagi tentang perasaanmu ketika mengampuni dan
diampuni,kini tuliskanlah pemahamanmu tentang arti
mengampuni.
Menurut saya mengampuni adalah:
------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------
Mengapa hal pengampunan penting bagi orang Kristen? Apakah
menurut kamu, dalam hidup ini kita perlu mengampuni orang
lain?
Sebaliknya, apakah kita membutuhkan pengampunan dari orang
lain?
Kegiatan 2
Mengampuni artinya kita memaafkan seseorang atas kesalahan
yang
dilakukannya dan tidak mengungkit kesalahan itu lagi. Pada
kenyataannya
cukup sulit untuk melakukannya. Mengapa? Karena setiap
orang memiliki
sifat egois atau keakuan yang cenderung menempatkan dirinya
sebagai
orang yang paling benar sedangkan orang lain selalu menjadi
pihak yang
salah. Mengapa demikian? Karena kita selalu tergoda untuk
hanya melihat
ke dalam diri kita saja, kita berpikir dari sudut diri
sendiri, dan lupa untuk
berpikir dari sudut orang lain. Contohnya, jika terjadi
masalah atau pertikaian
dengan teman, kita cenderung menyalahkan teman tanpa mau
bersusah
payah mencari tahu mengapa dia marah pada kita. Padahal
kemungkinan
ada perbuatan kita yang tidak berkenan baginya.
Banyak orang mengira mengampuni berarti melupakan masalah,
merelakan kesalahan orang lain, membebaskan diri dari
kebencian, dendam
dan marah. Sebenarnya mengampuni itu adalah perbuatan yang
terutama
kita lakukan untuk diri kita sendiri tanpa melupakan orang
yang menyakiti
kita. Dengan mengampuni kita melepaskan diri kita dari
amarah dan dendam,
bukan melepaskan orang lain dari pikiran kita.
Namun seberapa dalam pun luka yang telah terjadi, kita
tidak akan sembuh
dari luka itu sampai kita mengampuni kesalahan orang yang
bersangkutan.
Pengampunan adalah sebuah keputusan dari hati dan
mengampuni tidaklah
mengubah masa lalu, melainkan mencerahkan masa depan.
Artinya,
pengampunan yang diberikan tidak berarti menghapus masa
lalu karena
semua sudah terjadi. Dengan mengampuni, seseorang
dibebaskan dari beban
kebencian, dan hati terasa damai. Dengan begitu langkah ke
depan menjadi
cerah.
Apakah Mudah untuk Melupakan Rasa Sakit Hati
Kita?
Dalam beberapa kasus sangat sulit untuk menyembuhkan luka
hati dan
rasa benci, tetapi perlu diingat bahwa pengampunan itu
dapat berarti hal
seperti berikut ini.
1. Membebaskan diri dari beban kebencian dan menggantinya
dengan damai
sejahtera. Coba kamu ambil air putih dan tuangkan kopi
kental atau teh
sedikit demi sedikit. Lama kelamaan air putih akan berubah
menjadi
kuning untuk teh dan hitam untuk kopi. Seperti itulah
hatimu diubah dari
putih menjadi hitam. Kamu tidak ingin hatimu pekat seperti
kopi, bukan?
2. Tidak berarti kita bersedia terluka untuk kedua kalinya.
Yusuf memastikan
bahwa saudara-saudaranya telah berubah dan dia tidak akan
menjadi
korban untuk kedua kalinya. Jadi, kamu dapat mengampuni
tetapi tidak
menyerahkan dirimu untuk menjadi korban kemarahan ataupun
tindakan
negatif lainnya
C. Bagaimana Mengampuni?
Kamu pernah dipermalukan oleh seseorang dan hal itu selalu
tersimpan di
dalam ingatanmu. Semakin kamu mengingatnya, semakin dalam
rasa benci.
Coba kamu berpikir, mengapa dia melakukan hal itu padamu!
Kemudian,
cobalah membuat daftar penyebabnya. Misalnya, karena kamu
pintar dan
tekun belajar, atau karena kamu cenderung tidak mau bergaul
sehingga
teman-teman memiliki pemahaman yang salah tentang dirimu.
Mungkin
karena kecerobohanmu menyebarkan rahasia yang dipercayakan
padamu,
atau karena kamu lalai mengundangnya ke pesta ulang
tahunmu, atau karena
kamu punya teman baru. Jika dirunut, selalu ada hubungan
sebab akibat
dalam rusaknya sebuah hubungan yang berakhir dengan
pertengkaran dan
kebencian juga dendam. Jika kita bersikap objektif, kita
akan temukan bahwa
kedua belah pihak turut menyebabkan rusaknya hubungan
antarteman atau
saudara.
Dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, ia sadar bahwa
dahulu ayahnya
terlalu mencintai dan mengistimewakan dirinya. Hal itu
menyebabkan
saudara-saudaranya iri hati dan mereka membencinya. Wujud
dari kebencian
itu, mereka menjualnya sebagai budak. Namun, dia tidak
membenci mereka,
tetapi Yusuf juga tidak secara otomatis mengampuni
saudara-saudaranya.
Dia menguji saudara-saudaranya dengan cara menyelipkan
piala ke dalam
karung adik mereka yang paling kecil. Yusuf ingin menguji
saudarasaudaranya apakah mereka telah berubah, atau mereka akan mengorbankan
adiknya seperti dahulu ketika mereka membenci dan
menjualnya sebagai
budak. Ternyata, saudara-saudaranya telah berubah. Mereka
membela
adiknya Benyamin serta menangisinya, bahkan kakak tertua
rela ditahan
untuk menggantikan adiknya. Melalui cara itu, Yusuf
mengetahui bahwa
kini saudara-saudaranya telah berubah dan karena itu, sudah
waktunya
dia menyatakan dirinya pada mereka dan memaafkan mereka.
Yusuf tidak
menanti supaya saudara-saudaranya ketakutan dan mengemis
untuk
dimaafkan, tetapi dialah yang mengambil inisiatif untuk
mendatangi mereka.
Jadi, pengampunan yang kita berikan pada seseorang
hendaknya lahir dari
niat baik dan ketulusan hati kita. Yusuf pada dasarnya
memiliki hati pemaaf.
Sejak dia melihat mereka, dia sudah mulai berupaya
menciptakan pemulihan
hubungan persaudaraan mereka. Amatlah penting untuk
menghubungkan
pengampunan atau memaafkan dengan memulihkan hubungan.
Mengapa
demikian? Jika kita mengampuni seseorang, upaya kita tidak
berhenti hanya
pada sekadar mengampuni, kita juga berupaya memulihkan
hubungan kita
dengan orang itu.
Jika mengandalkan kemampuanmu sendiri, tentu sangat sulit
untuk
mengampuni sesama. Mintalah pada Tuhan agar dapat membantu
kamu
diberikan hikmat supaya dapat mengampuni orang lain dan
juga bersedia
memohon maaf pada orang lain atas kesalahanmu.
Kegiatan 3
Mendalami Alkitab
Baca dengan teliti Matius 18:22-35 yang berisi perumpamaan
mengenai
orang yang kesalahannya telah diampuni, tetapi dia tidak
mau mengampuni
kesalahan orang lain. Sang raja adalah Tuhan, sedangkan
yang berutang
adalah umat Tuhan. Simpulan perumpamaan ini terdapat dalam
(ayat 35).
Coba tuliskan pendapatmu tentang bagian Alkitab ini
dikaitkan dengan topik
mengampuni! Bandingkan dengan pengalamanmu seperti yang
telah dibahas
dalam pengantar pelajaran ini.
Kegiatan 4
Belajar dari Lagu
Simak lagu berikut dengan teliti, kemudian nyanyikanlah
sambil
merenungkan artinya yang berkaitan dengan pengampunan. Apa
yang
dikatakan lagu ini mengenai pengampunan? Ulangi lagu ini
dalam hatimu
dan cobalah untuk mengimani pengampunan Allah dalam Yesus
Kristus.
Dihapuskan Dosaku
Dihapuskan dosaku hanya oleh darah Yesus
Aku pulih dan sembuh hanya oleh darah Yesus
O darah Tuhanku, sumber pembasuhku
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus
Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus
O, darah Tuhanku sumber pembasuhku
Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus
(sumber: Kidung Jemaat no.36)
Tuliskan kesanmu ketika menyanyikan lagu DIhapuskan Dosaku.
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
Kegiatan 5
Doa Mohon Pengampunan
Tuliskan doa yang intinya kamu memohon pengampunan dari
Allah,
juga memohon ampun atas semua kesalahan yang telah kamu
perbuat pada
sesama maupun Tuhan.
Berdoa dan Bernyanyi
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………Sumber: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kls VII BAB 1
RANGKUMAN
Allah telah terlebih dahulu mengampuni kita, Dia mengirimkan
Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Cara kita menjawab
pengampunan Tuhan adalah dengan mengampuni orang lain yang
bersalah kepada kita ataupun rela meminta pengampunan pada
seseorang yang kita rugikan dan sakiti. Banyak orang masih merasa
sulit untuk mengampuni orang lain maupun meminta pengampunan
atas kesalahannya karena mereka selalu berpikir kalau dirinya benar.
Memang, jika mengandalkan kemampuan diri sendiri, sulit untuk
mengampuni orang lain begitu saja, tetapi orang beriman dapat
mengandalkan karunia Roh Kudus untuk membantu menggerakkan
hatinya dalam mengampuni orang lain.























