17 REKORIS MURI 2020

judul " HUT 30 Tahun, MURI Beri Penghargaan Untuk 17 Rekoris;

MEMORY CHAMPIONSHIP 2017

Kemenangan manis Tim Putra-putri Indonesia di Singapore

Tema PPL at LENTERA HARAPAN, LAMPUNG

Pendalaman Iman dan life skill menghafal Alkitab

Tema SISWA HOPE ASIA ANGKATAN 27

Kebiasaan bersaat teduh menjadi life style siswa Hope Asia

MEMORY CHAMPIONSHIP 2018

Perjalanan Tim Putri Indonesia ke Singapore

Minggu, 25 Oktober 2020

Hubungi saya

 Nama       : Anneke A Polak S.Pd
 No HP     : 08161978236
 Email      : polak.anneke04@gmail.com






PROFIL

 Nama   : Anneke A Polak,S.Pd adalah seorang pendidik dengan latar belakang pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi International Harbest (STTIH) Program study Pendidikan Agama Kristen (PAK)

Urutan Perangkat Pembelajaran




 

                                                        Pengertian : 

Rencana pelaksanaan pembelajaran, atau disingkat RPP, adalah pegangan seorang guru dalam mengajar di dalam kelas. RPP dibuat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada hari tersebut. Wikipedia


Sabtu, 24 Oktober 2020

Jumat, 23 Oktober 2020

17 Putra-Puteri Indonesia penerima Rekor MURI 2020,

Penghargaan Muri


17 Putra-Puteri Indonesia penerima Rekor MURI 2020,
Bersama Suami tercinta


Dalam rangka rangkaian HUT ke-30, Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) , menggelar acara MURI Award di Jaya Suprana Institute Mall of Indonesia, Kelapa Gading pada Jumat (28/2/2020) .

Penghargaan langsung diserahkan oleh pendiri MURI Bapak Jaya Suprana, terhadap 16 rekoris yang menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia. Jumat (28/2/2020).

Anneke Polak,  adalah salah satu Wanita Indonesia yang di Anugrahi  Penghargaan Prestasi Nusantara Penghapal Ayat-Ayat Alkitab dan penulis buku BIBLE MEMO , (Metode Revolusioner Menghafal Alkitab dengan Cepat, Mudah, dan Menyenangkan).

"Sebagai apresiasi terhadap insan Indonesia terpilih atas gebrakannya dalam menginspirasi masyarakat," kata pendiri yang juga Ketua Umum MURI, Jaya Suprana, Jumat (28/2/2020)

SOAL ONLINE PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

 Kerjakan soal online berikut ini


GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH YANG BARU

 


sumber foto : Pixabay.com

Kelas IX Bab 1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

 Gereja Sebagai Umat Allah yang Baru

Bahan Alkitab : Kisah 2:1-47; 1 Petrus 2:9-10; Yeremia 31:31-34


A. Pendahuluan

Kegiatan 1

Menyanyikan lagu KJ 257: 1-3 ”Aku Gereja, Kau pun Gereja”.

Ref.:

Aku Gereja, kau pun Gereja, kita sama-sama Gereja dan pengikut Yesus di seluruh dunia, kita sama-sama Gereja.

1. Gereja bukanlah gedungnya, dan bukan pula menaranya;
    Bukalah pintunya, lihat di dalamnya, Gereja adalah orangnya.

2. Berbagai macam manusia, terdiri dari bangsa-bangsa,
    lain bahasanya dan warna kulitnya, tempatnya pun berbeda juga.


3. Di waktu hari Pentakosta Roh Kudus turunlah ke dunia;
   G’reja disuruh-Nya membawa berita kepada umat manusia.

Judul asli: “We are the Church”, oleh Donald Stuart Marsh
Lagu: Richard K. Avery
Terjemahan A. Simanjuntak.

Informasi apakah yang kamu dapatkan dari nyanyian di atas? Diskusikan
dengan teman sebangkumu dan buatlah sebuah catatan singkat dari hasil
diskusi kalian!
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................

Kegiatan 2
Sebutkan beberapa gereja yang kamu kenal! Di manakah letaknya? Di jalan apa? Gambarkan juga kondisi gedung gerejanya. Apakah bangunannya megah dan mewah? Ataukah sederhana saja? Dengan atap rumbia dan dinding bambu saja? Menurut kamu, manakah dari gereja-gereja itu yang benar-benar layak disebut gereja? Mengapa kamu mengatakan demikian? Bagaimana hubungan pernyataan kamu dengan lagu Kidung Jemaat 257 di atas?

B. Gereja: Gedungnya atau Orangnya?

Empat puluh hari setelah Yesus naik ke surga, murid-murid-Nya berkumpul di sebuah rumah di Yerusalem. Tiba-tiba angin kencang bertiup di ruangan yang terkunci itu. Lalu lidah api yang berkobar-kobar turun di atas kepala 
para murid. Sebuah kejadian aneh dialami oleh para murid. Mendadak mereka berkata-kata dalam berbagai bahasa asing.
Yerusalem saat itu penuh sesak
dengan orang-orang dari berbagai
negeri. Orang banyak datang ke kota
itu untuk merayakan hari Pentakosta
atau perayaan syukur untuk panen
mereka di Bait Suci di kota itu. Muridmurid keluar dari tempat mereka berkumpul. Tiba-tiba semua orang yang mendengar mereka dan yang berasal dari berbagai tempat di dunia dapat memahami kata-kata mereka. Orang-orang itu berasal dari Partia,
Media, Elam, Mesopotamia, Yudea
dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir, Libia,
Roma, Kreta, Arab, dan lain-lain.
Mereka orang-orang Yahudi maupun
bangsa-bangsa lain yang memeluk agama Yahudi. Semua terheran-heran. “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masingmasing
mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita?” (Kis. 2:7-8). Sebagian orang lagi bersikap sinis dan mengejek mereka. “Mereka sedang mabuk anggur manis,” kata orang-orang ini tentang murid-murid
Yesus. Petrus, salah seorang dari murid-murid itu, bangkit dan memberikan kesaksiannya. Ia menceritakan bahwa apa yang disaksikan oleh orang-orang itu sudah dinubuatkan oleh Nabi Yoel. 
Akan terjadi bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka
anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan terunaterunamu
akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu
yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku lakilaki
dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan
mereka akan bernubuat (Kis. 2 : 17-18).

Apa yang disaksikan oleh orang banyak itu tidak lain adalah bukti bahwa
Yesus yang disalibkan dan yang telah bangkit dan naik ke surga itu, sungguhsungguh
berkuasa. “Jadi apa yang harus kami lakukan?” tanya orang banyak
itu.
Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing
memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan
dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (ay. 38). Hari itu
juga banyak orang yang meminta agar mereka dibaptiskan. Jumlah mereka
sekitar tiga ribu orang. Itulah gereja perdana.
Apa yang menarik dari bagian kisah ini? Ternyata gereja tidak pertamatama
dibentuk oleh gedungnya. Gereja, seperti yang dikatakan dalam katakata
nyanyian pembukaan kita, terutama sekali adalah orangnya. Buktinya,
ada banyak gedung gereja di negara barat yang kini kosong karena orangorang
Kristen di sana meninggalkan iman mereka atau tidak mau lagi pergi ke
gereja. Dapatkah gedung-gedung gereja itu disebut sebagai “gereja”? Sudah
tentu tidak! Gereja tanpa orangnya bukanlah gereja.

C. Makna Gereja
Apakah arti “gereja” sesungguhnya? Kata “gereja” dalam bahasa Indonesia
berasal dari sebuah kata dalam bahasa Portugis yaitu igreja (baca: igreza).
Kata igreja dalam bahasa Portugis ini dekat sekali dengan kata iglesia dalam
bahasa Spanyol yang mempunyai arti yang sama, yaitu “gereja”. Kata iglesia
ini dapat ditelusuri kembali ke kata aslinya dalam bahasa Yunani yaitu ekklesia.
Kata ekklesia berasal dari dua kata, yaitu ek dan klesia. Kata ek berarti
“keluar”. Sementara itu, kata klesia berasal dari kata kerja kalein yang berarti
“memanggil”. Dengan demikian, kata ekklesia mengandung arti “dipanggil
keluar”. Artinya, anggota-anggota gereja adalah orang-orang yang dipanggil
untuk keluar dari lingkungannya, dari sanak keluarganya, dari kaum kerabatnya,
untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas baru yang bernama gereja.
Orang-orang ini termasuk kita semua dipanggil keluar untuk menjalankan
tugas kita untuk memberitakan kasih Allah yang dinyatakan melalui Yesus
Kristus. Kasih itu harus disampaikan dengan perkataan dan perbuatan kita. 


D. Umat Allah yang Baru

Bagaimana hubungan gereja dengan umat Israel? Apakah keduanya
berbeda ataukah sama? Dalam Yeremia 31:31-33 dikatakan :
31 Sesungguhnya Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum
Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek  moyang mereka . . . 33 . . . Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Nabi Yeremia menubuatkan bahwa Allah akan mengadakan suatu
perjanjian yang baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, yaitu umat Allah.
Perjanjian ini tidak dibuat dalam loh batu, melainkan yang dituliskan di hati
mereka. Artinya, perjanjian Allah yang lama akan diperbarui dengan sebuah
perjanjian yang baru.
Mengapa Allah ingin mengadakan perjanjian yang baru dengan umat-Nya?
Pada masa Perjanjian Lama kita menemukan banyak sekali kasus pelanggaran
perjanjian oleh umat Israel. Berulang kali bangsa itu menolak dan berpaling
dari Allah. Akibatnya mereka juga berulang kali mengalami penghukuman
(Ul. 9:18; 31:29; Hak. 6:1; 10:6, dan lain-lain.). Apa sebabnya? Tampaknya
umat Israel hanya mengetahui hukum Allah apabila mereka membacanya atau
mendengar hukum itu dibacakan atau disampaikan kepada mereka.
Selain itu, hukum Taurat seringkali malah dijadikan sebagai senjata untuk
menghakimi orang lain. Di masa Perjanjian Baru, ketika Tuhan Yesus melayani
orang banyak, banyak ahli Taurat yang mengecamnya karena Tuhan Yesus
dianggap melanggar aturan-aturan Taurat dengan menyembuhkan orang pada
hari Sabat (mis. Mrk. 3:1-6, bdk. Mat. 12:1-8; dan lain-lain.). Taurat yang
seharusnya digunakan untuk menjadi penuntun menuju kehidupan yang lebih
baik, malah lebih sering menghadirkan masalah dalam kehidupan bersama
karena digunakan secara keliru.
Karena itulah, melalui Nabi Yeremia, Tuhan Allah mengatakan bahwa Ia
akan menaruhkan Taurat-Nya di batin mereka dan menuliskan hukum-Nya
di hati mereka. Dengan demikian, umat Allah akan selalu mengingat hukumhukum-
Nya. Dengan menaruh hukum Taurat di dalam hati, umat Allah pun
akan memberlakukan hukum itu dengan hati, bukan sekadar mengikuti aturanaturan
hukum dengan membabi buta (bdk. 2Kor. 3:6).
Itulah sebabnya gereja dibentuk Allah sebagai umat Allah yang baru. Inilah
umat Allah yang hidup dengan hukum yang baru, yaitu hukum kasih. Karena
itu pula, gereja seringkali disebut sebagai ”Israel yang baru”. Dalam 1 Petrus
2:9-10 dikatakan: 9Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa
yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu
keluar dari kegel  apan kepada terang-Nya yang ajaib: 10 kamu, yang
dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-
Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh
belas kasihan.

Gereja perdana terbentuk sebagai koreksi atas umat Israel yang menjadikan 
Taurat sebagai hukum yang membelenggu diri dan sebagai alat untuk
menghakimi orang lain. Bagaimana orang sekarang menggunakan hukum hukum
agama untuk membelenggu diri sendiri dan menghakimi orang lain?
Pernahkah kamu menghakimi seseorang yang tidak pergi ke gereja pada suatu
hari Minggu? Coba perhatikan percakapan di bawah ini:

Tina    :”Didi, kok kamu nggak ke gereja sih tadi pagi? Itu dosa lho!”
Santo  :”Rudi, kamu nggak boleh mendengarkan musik sejenis itu. Itu dosa, tahu!”
Marni  :”Nana, pakaian kamu tuh nggak sopan ya. Itu dosa!”

Berapa sering kamu mendengar kata-kata seperti itu yang diucapkan oleh
teman kamu? Atau mungkin kamu sendiri pernah berkata demikian kepada
salah seorang teman kamu? Bahaslah masalah ini dengan teman kamu
sebangku. Apakah kamu setuju dengan apa yang dikatakan oleh Tina, Santo,
dan Marni? Kalau ya, mengapa? Kalau tidak, apa sebabnya? Menurut kamu,
manakah sikap yang mirip dengan apa yang diperlihatkan oleh para ahli Taurat
di zaman Tuhan Yesus?
Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan itu dengan teman kamu sebangku,
lalu tuliskan jawabanmu di bawah ini!
...........................................................................................................................

...........................................................................................................................

E. Pergumulan Gereja
1. Gereja yang Terbuka
Bagaimanakah sifat gereja perdana? Salah satu sifatnya sudah kita baca dalam bacaan Kisah Para Rasul pasal 2 tadi. Di situ digambarkan bahwa gereja perdana adalah gereja yang terbuka. Gereja ini terdiri dari orang-orang dari berbagai daerah di seluruh dunia. Ini berarti, walaupun pada mulanya murid-murid Yesus hanya terdiri dari orang-orang Yahudi, bahkan hanya dari satu daerah saja yaitu Galilea, gereja perdana sudah terdiri dari orang-orang yang berasal dari latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda-beda.Selain itu, gereja perdana juga terbuka bagi kepemimpinan perempuan.

Banyak tokoh perempuan yang berkiprah di gereja perdana, seperti Lidia (Kis.16:14, 40), Priskila (Kis. 18:2, 18), Yunia (Rm. 16:7).Gereja juga menerima orang yang cacat, yang tidak sempurna, untuk menjadi anggotanya. Dalam Kisah 8:27-40 dikisahkan bahwa Filipus membaptiskan seorang sida-sida Etiopia. Sida-sida adalah laki-laki yang dikebiri. Dalam aturan keagamaan Yahudi, orang yang dikebiri dilarang masuk ke Bait Suci dan mempersembahkan korban. Bagaimana dengan gereja di masa kini? Banyak gereja di Indonesia yang terbentuk di dalam kelom pok-kelompok suku tertentu. Hal ini disebabkan oleh strategi penginjilan yang dilakukan oleh para misionaris barat di Indonesia. Mereka berpendapat bahwa gereja-gereja akan lebih mudah berkembang apabila mereka menggunakan bahasa yang sama dan mengenal budaya yang sama. Namun, dampak negatifnya, kadang-kadang tercipta eksklusivisme kesukuan di gereja-gereja ter sebut. Dapat saja sebuah kelompok suku tertentu menganggap gerejanya lebih baik dan lebih hebat daripada kelom pok suku yang lain. Kenalkah kamu akan gereja seperti itu? Semoga tidak ada, bukan? Hal ini tentu sangat berbeda dengan gereja perdana yang kita lihat terbentuk
di Yerusalem. Kelompok seperti itu jelas berbeda dengan gereja yang dicitacitakan Tuhan Yesus sebagai sebuah komunitas yang terbuka.

2. Pemahaman tentang Ajaran yang Benar
Selain eksklusivisme kesukuan, mungkin ada gereja-gereja tertentu yang
menganggap dirinya yang paling benar dan paling suci. Di daerah Pegunungan Appalachia di Amerika Serikat, ada sekelompok orang Kristen yang percaya bahwa mereka dapat menguji iman mereka dengan memegang ular-ular yang sangat berbisa. Kalau mereka digigit ular itu dan tidak mati, maka itu membuktikan bahwa mereka memiliki iman yang kuat dan benar. Hal ini didasarkan pada Markus 16:17-18, Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18mereka akan memegang ular,dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.
Bagaimana pendapat kamu tentang ayat di atas? Apakah kamu percaya bahwa Tuhan Yesus akan melindungi kita dari hal-hal di atas? Coba diskusikan pertanyaan-pertanyaan ini dengan teman kamu sebangku dan tuliskan hasilnya.

Kita percaya bahwa Tuhan akan melindungi kita dari mara bahaya, namun kalau kita dengan sengaja memegang ular dan mengharapkan kita akan tetap selamat, bukankah itu sama dengan mencobai Tuhan? Kita dapat melihat hal yang serupa ketika Tuhan Yesus dicobai Iblis di padang gurun dan kepada-Nya dikatakan, ”Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (Mat. 4:6). Namun kepada Iblis, Tuhan Yesus menjawab, “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Mat. 4:7).

3. Gereja yang Gagal Menjadi Teladan

Mahatma Gandhi, seorang tokoh kemerdekaan India, sering membaca Alkitab, khususnya kitab Injil Matius. Ia sangat tertarik oleh ajaran-ajaran Yesus yang terdapat dalam Khotbah di Bukit. Ia ingin sekali berkenalan dengan Yesus yang digambarkan di dalam Alkitab. Pada masa mudanya, di tahun 1920-an, Gandhi tinggal dan bekerja di Afrika Selatan. Saat itu, pemerintah Afrika Selatan mempraktikkan politik apartheid, yang membedabedakan orang berdasarkan warna kulitnya. Orang kulit berwarna gelap seperti orang-orang Afrika, keturunan India, Melayu, dan lain-lain. – dilarang bergaul dengan orang kulit putih. Mereka dilarang memasuki gedung-gedung atau tempat-tempat yang khusus disediakan untuk orang-orang kulit putih. Mereka pun dilarang menikah dengan orang kulit putih. Orang yang berani melanggar aturan-aturan ini akan dihukum dan dijebloskan ke dalam penjara. Suatu hari Gandhi berkunjung ke gereja orang kulit putih di Capetown. Ternyata ia ditolak karena warna kulitnya. Gandhi kecewa. Ia mengatakan, ”I like your Christ. I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your Christ.” Artinya, ”Aku suka akan Kristusmu. Tapi aku tidak suka orang orang Kristenmu. Orang-orang Kristen sangat berbeda dengan Kristusmu.” Apa yang dikatakan oleh Gandhi sungguh sebuah kritik yang tajam bagi kita orang Kristen, karena kita seringkali gagal mencerminkan siapa Yesus Kristus yang sesungguhnya yang kita kenal dan sembah itu. Dalam cara apa lagi gereja dapat menjadi batu sandungan bagi orang.lain? Di negara Pantai Gading, di Afrika, berdiri Basilika Notre Dame de la Paix de Yamoussoukro atau Basilika Maria Ratu Perdamaian Yamoussoukro. Gereja ini adalah gereja Kristen terbesar di seluruh dunia, yang dibangun oleh Presiden Félix Houphouët-Boigny (baca: Feliks Ufwet Bwanyi) di desa tempat kelahirannya dengan harapan bahwa desa itu akan menjadi ibu kota negaranya. Basilika ini dibangun antara 1985-1990 dengan biaya $300 juta (sekitar Rp3.050.000.000.000,00 atau Rp3 triliun lebih). Basilika ini dapat menampung 7.000 tamu yang duduk dan 11.000 tamu yang berdiri.

Keseluruhannya dibangun dengan marmer yang diimpor dari Italia, dan dihiasi dengan lukisan dari kaca seluas 7.000m2 yang diimpor dari Prancis. Bagaimana dengan rakyat Pantai Gading sendiri? Pantai Gading adalah salah satu negara miskin di Afrika. Pada tahun 2008, 42% penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Mereka hidup dengan penghasilan sekitar Rp13.000,00 per hari. Karena itu, sungguh sangat memalukan ketika gereja yang sangat mewah dibangun di tengah-tengah kemiskinan masyarakat sekitarnya yang luar biasa! Bagaimana pendapat kamu sendiri? Apakah kamu setuju kalau orang membangun gereja yang mewah seperti itu? Coba bahas masalah ini dengan teman-teman kamu!

4. Hidup Saling Berbagi

Sebuah cara hidup yang sangat menarik yang diperlihatkan oleh gereja perdana adalah bagaimana setiap orang menjual harta milik mereka dan kemudian hidup saling berbagi. Kis. 2:44-45 mengatakan:

Gambar 1.2 Basilika Notre Dame de la Paix de Yamoussoukro di Pantai Gading Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 9 44Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,45dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Orang-orang Kristen perdana tidak menganggap milik mereka hanya untuk mereka sendiri. Mereka saling membagikan apa yang mereka miliki, sehingga tidak ada seorang pun yang kekurangan. Cara hidup ini sungguh menarik, sebab sangat berbeda dengan hidup sebagian orang yang materialistis, yangsangat mementingkan harta dan kekayaan. Orang yang materialistis selalu menilai orang lain dari apa yang orang itu miliki, mobil apa yang mereka kendarai, merek pakaian yang mereka kenakan, di daerah mana mereka, berapa luas rumahnya, di mana mereka berlibur, dan lain-lain. Melihat cara hidup orang-orang ini, sungguh menarik bila kita mencatat apa yang dikatakan oleh Warren Buffet – salah seorang paling kaya di dunia – dalam nasihatnya tentang bagaimana menjadi kaya. Kalau orang tertentu selalu melihat merek pakaian yang mereka beli, maka Buffet yang kaya raya justru tidak peduli dengan merek suatu barang. Buffet mengatakan, jangan membeli pakaian dengan melihat mereknya. Belilah pakaian yang nyaman dipakai, walaupun itu pakaian yang murah. Bagi Buffet itu adalah resep menuju kaya. Bagi orang Kristen perdana, gaya hidup itu didasarkan pada kecukupan dari apa yang mereka butuhkan, bukan yang mereka inginkan. Kebutuhan dan keinginan tidak sama. Kita dapat mengingini banyak hal, namun mungkin sekali banyak di antaranya sebetulnya tidak kita butuhkan. Ada sebuah ungkapan dalam bahasa Inggris yang berbunyi, Live simply, so others can simply live! Artinya, ”Hiduplah sederhana, agar orang lain dapat sekadar hidup!” Bila kita hidup berlebih-lebihan, makan minum secara berlebihan melampaui batas kebutuhan kita, maka akan ada banyak orang yang hidup kekurangan. Tuhan mengajarkan kita hidup dengan secukupnya, seperti yang dijalani oleh orang-orang Kristen dari gereja perdana dengan cara berbagi dengan sesamanya. Nah, bagaimana dengan kamu sendiri? Kapan terakhir kamu berbagi dengan temanmu? Dengan seseorang yang tidak kamu kenal? Apa yang kamu berikan kepada orang itu? Sebagian dari makan siang kamu? Sebagian dari uang jajan
kamu? Pakaian kamu? Coba ceritakan pengalaman kamu, dan bagaimana sikap orangtua kamu ketika mengetahui ketika kamu memberikan sesuatu kepada orang lain! Apakah mereka terkejut? Bangga? Memuji kamu? Atau memarahi kamu? 

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

F. Penilaian

1. Kata ”gereja” berasal dari kata bahasa Yunani, yaitu ”ekklesia”, yang berarti ”dipanggil keluar”. Bagaimana gereja kamu memahami keberadaan dirinya sebagai komunitas yang ”dipanggil keluar”? Dipanggil untuk keluar ke mana?

........................................................................................................................................................

.......................................................................................................................................................

2. Coba bandingkan gereja kamu dengan gereja yang digambarkan dalam Kisah 2:1-47! Adakah persamaan dan perbedaan di antara keduanya?

.....................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................

3. ”Gereja perdana terbentuk sebagai koreksi atas umat Israel yang menjadikan Taurat sebagai hukum yang membelenggu diri dan sebagai alat untuk menghakimi orang lain.” Seberapa jauh hal itu dapat terlihat di dalam kehidupan gerejamu sekarang?

.....................................................................................................................................................

........................................................................................................................................................

4. Seberapa besar peranan kaum perempuan di gerejamu sekarang? Apakah mereka juga terlibat dalam kepemimpinan gereja, sebagai penatua? Pendeta? ataupun sebagai Bishop?

............................................................................................................................................................

...........................................................................................................................................................

5. Kalau kaum perempuan di gerejamu kurang berperan, apakah sebabnya? Bagaimana memperbaiki keadaan ini?

..........................................................................................................................................................

.........................................................................................................................................................

G. Rangkuman

Gereja yang terbentuk di Yerusalem pada hari Pentakosta adalah buah pekerjaan Roh Kudus, bukan manusia. Gereja perdana terdiri dari orang orang yang beraneka ragam suku bangsa, ras, dan bahasa. Dengan demikian, gereja adalah komunitas yang terbuka dan inklusif, yang terpenting dari gereja bukanlah gedungnya melainkan orangnya. Itu berarti sederhana atau mewah gedungnya tidaklah penting.

Orang-orang di gereja perdana hidup dengan berbagi kepada sesamanya. Gaya hidup ini masih dilakukan oleh banyak orang Kristen dan gereja yang berbagi lewat persembahannya, lewat bantuannya kepada orang miskin, para korban bencana alam, bea siswa pendidikan, bantuan kepada orang jompo, keberpihakan kepada korban-korban ketidakadilan, dan lain-lain.

H. Nyanyian Penutup:

Menyanyikan lagu NKB. 111 “Gereja Bagai Bahtera”, sambil menghayati makna kata-katanya tentang kehidupan dan pergumulan gereja-gereja kita. 

1. Gereja bagai bahtera di laut yang seram mengarahkan haluannya ke pantai seberang. Mengamuklah samudera dan badai menderu; gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh. Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih: Betapa jauh, di manakah labuhan abadi?  
Reff: Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak.
Ya Tuhan tolonglah!

2. Gereja bagai bahtera pun suka berhenti, tak menempuh samudera, tak ingin berjerih
dan hanya masa jayanya selalu dikenang, tak ingat akan dunia yang hampir tenggelam!
Gereja yang tak bertekun di dalam tugasnya,tentunya oleh Tuhan pun tak diberi berkah.

3. Gereja bagai bahtera diatur awaknya, setiap orang bekerja menurut tugasnya. Semua satu padulah, setia bertekun, demi tujuan tunggalnya yang harus ditempuh. Roh Allah yang menyatukan, membina, membentuk di dalam kasih dan iman dan harap yang teguh.

sumber : Buku Pendidikan Agama Kristen kelas IX Kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Kamis, 22 Oktober 2020

HIDUP BERIMAN

 


Gambar : Pixabay.com

Kelas VIII Bab 1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Hidup Beriman

Bahan alkitab : Ibrani 11;1 Yakobus 2:1 dan 2 Timotius 4:7

Bahan Alkitab: Ibrani 11:1; Yakobus 2:17;2 Timotius 4:7

A.    A. Pengantar

Pelajaran ini membahas mengenai hidup beriman dan bagaimana memelihara iman.

Dalam pelajaran ini kamu belajar mengenai iman dari segi defenisi konsep,bagaimana memelihara iman dan mengapa remaja Kristen harus hidup sebagai orang beriman. Yesus Kristus adalah anak Allah yang telah lahir, mati dan bangkit bagi kamu. Ia menebus dosa manusia dan peristiwa itu telah berlangsung berabad-abad lamanya. Cerita mengenai Yesus Kristus tidak akan dipahami secara mudah jikakamu tidak beriman kepada-Nya. Laksana tumbuhan, iman membutuhkan pupuk supaya bertumbuh dan berbuah, iman harus dipelihara dalam hidup kita. Untuk memiliki dan memelihara iman kepada Yesus Kristus, kamu harus mempercayai-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Orang percaya mengungkapkan iman melalui tindakan dan cara hidup sebagaimana tertulis dalam Yakobus 2: 17b,

“Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati

.”Kata “iman” dalam Perjanjian Lama berarti “berpegang teguh”. Beriman berarti berpegang teguh pada keyakinan yang dimiliki akan suatu hal, karena hal itu dapat dipercaya dan diandalkan. Demikianlah iman selalu berkaitan dengan“percaya.” Kata “pengharapan” juga tidak terlepas dari iman kepada Tuhan.Iman membangkitkan pengharapan, sekaligus mendorong seseorang untuk mewujudkan pengharapannya itu

Alkitab mencatat banyak tokoh beriman dalam pergumulan mereka masing-masing. Salah satu tokoh Alkitab yang disebut Bapaksegala orang beriman adalah Abraham.Apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus dengan segenap jiwa, hati dan akal budi kita, maka apa yang dikehendaki-Nya atas diri kita pastiterjadi. Inilah juga pengharapan kita dalam iman kita kepada-Nya. Sifat iman ituaktif, artinya, kita benar-benar yakin akan kebenaran Firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman kita itu sudah mati.Menurut Ibrani 11:1,

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan,dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

 Artinya, iman percaya itu akan terlihat dalam perbuatan. Iman percaya itu dapat melihat dan meyakini sesuatu hal yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang tidak pernah kamu lihat secara fisik namun kamu percaya pada-Nya berdasarkankesaksian Alkitab. Iman merupakan anugerah Allah yang dicurahkan bagi orangyang percaya dan berharap kepada-Nya serta melakukan kehendak-Nya. Jadi,dalam iman ada unsur percaya dan pengharapan. Beriman artinya mengamini janji- janji Allah di dalam Yesus Kristus dengan segenap hati, akal budi dan perbuatan.

B. Iman dan Percaya

Menurut Niftrik dan Boland, aspek iman tidak dapat dipisahkan dari percaya.Manusia beriman membangun imannya dengan kepercayaan yang menjadi akardari iman. Alkitab menyatakan bahwa,

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orangberkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percayabahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah keoada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

” (Ibrani 11:6 ). Selanjutnya Ibrani 6:7-9 menulis tentang Nuhdan Abraham yang telah menunjukkan imannya yang luar biasa kepada Allah.Iman mereka terus bertumbuh dalam perjalanan hidup mereka dan mereka terusmemelihara iman.

Nuh merupakan tokoh fenomenal pada zamannya, ketika ia mulai mengerjakan bahtera sebagaimana diperintahkan Tuhan padanya.Banyak orang memperolok dirinya bahkan menganggap Nuh kurang waras. Berbagai tekanan yang dialaminya tidak mudah untuk dihadapi ,namun ia percaya kepada Tuhan. Imannya tidak goyah menghadapi tekanan dari penduduk kota.Sampai tiba saatnya mereka sekeluarga masuk ke dalam bahtera dan turun hujan 40 hari lamanya sehingga seluruh bumi tergenang air. Tidak ada manusia yang selamat kecuali Nuh dan keluarganya (seisi rumahnya).

Ketika Abraham disuruh Tuhan untuk meninggalkan tempat tinggalnya dan pergi ke suatu negeri yang belum ia ketahui, ia taat kepada perintah Tuhanitu tanpa bertanya atau mengeluh. Allah berjanji akan menjadikan keturunan Abraham sebagai bangsa yang besar dan diberkati oleh Allah. Demikianlah Abraham pergi tanpa kejelasan arah dan tujuan. Ia hanya mengandalkan janji Allah dan ia tetap memegang teguh janji tersebut. Abraham percaya dan dengan sepenuh hati menyerahkan masa depannya kepada janji Allah. Ia harus berpisah dari sanak keluarganya, dari habitatnya untuk menjalani perintah Tuhan. Berbagai rintangan dan kesulitan ia hadapi. Puncak dari perjuangannya adalah ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban bagi-Nya. Anak tunggal yang diperoleh dari Tuhan setelah sekian lama menantikannya. Iapun memenuhi perintah Allah untuk mengurbankan Ishak. Namun, Allah meluputkan Ishak dan menggantikannya dengan hewan kurban bagi Abraham. Melalui ujian ini, Abraham disebut sebagai bapa segala orang beriman. Bacalah lebih lengkap kisah ini di Kejadian22: 1-14. Riwayat Nuh dan Abraham dapat menjadi petunjuk bagi kamu, bagaimana manusia beriman menampakkan iman dan percayanya kepada Tuhan. Mereka bertindak menyenangkan hati Tuhan. Tindakan Nuh dan Abraham didasari oleh aspek “percaya” kepada janji Tuhan, mereka mengenal Tuhan yang dipercayai, mereka merasakan kedekatan dengan-Nya, mereka membangun relasi atau hubungan yang intim dengan Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya secara teratur. Hubungan dengan Tuhan dibangun berdasarkan pengenalan, kedekatan serta pengetahuan akan Tuhan yang melibatkan seluruh diri mereka, baik hati nurani maupun akal budi.

Dalam Kitab Perjanjian Baru ada dua peristiwa yang dapat diangkat sebaga icontoh dalam kaitannya dengan aspek percaya.

Pertama, perempuan Kanaan (Matius 15:21-28). Anak perempuan Kanaan ini kerasukan setan dan amat menderita. Ketika ia mendengar Yesus sedang berada di daerah dekatnya,perempuan ini segera pergi ke sana dan meminta Yesus menyembuhkan penyakit anak perempuannya itu. Yang menarik adalah Yesus ternyata tidak mempedulikan permintaan tolong perempuan Kanaan itu. Perempuan itu terus berusaha mendekati Yesus sambil memohon. Perkataan Yesus kemudian sebenarnya bisa sangat menyakitkan hatinya, tetapi perempuan Kanaan itu tidak peduli; ia tetap meminta tolong Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Oleh karena melihat keteguhan hati perempuan Kanaan itu, Yesus pun mengabulkan permintaannya dengan menyembuhkan penyakit anaknya itu . 

Kedua, Yesus menyembuhkan perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10). Hamba perwira Romawi ini mengalami sakit keras. Ia sangat mengasihi hambanya itu.Ketika ia mendengar Yesus memasuki kota Kapernaum, ia mengutus beberapa orang suruhannya untuk meminta Yesus menyembuhkan penyakit hambanyaitu. Yesus pun mengabulkan permintaan perwira Romawi itu. Pada waktu ia mengetahui bahwa Yesus bersedia menyembuhkan hambanya, justru perwira Romawi merasa dirinya tidak pantas menerima kehadiran Yesus di rumahnya. Ia hanya meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya itu dari jauh, karena ia percaya, tanpa perlu datang ke rumahnya pun, Yesus sanggup menyembuhkan hambanya itu. Demikianlah Yesus memuji “iman” perwira Romawi itu dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu.

Kesimpulan dari dua buah cerita dalam Perjanjian Baru tersebut, adalah, apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus (melalui firman-Nya) dengan segenap jiwa, hati dan akal budi, maka apa yang dikehendaki-Nya atas diri kita pasti terjadi. Inilah pengharapan kita dalam iman kepada-Nya. Sifat iman itu aktif ,artinya, kamu harus benar-benar yakin akan kebenaran firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman kita itu sudah mati.

C. Implikasi bagi Saya

Simak empat buah cerita di atas (pada subbab B), kemudian berikan komentarkamu. Dari empat buah cerita itu, manakah yang dapat menggambarkan sikapiman dan percaya pada Allah? Manakah yang dapat menggambarkan bahwa iman orang percaya dibangun berdasarkan janji Allah untuk menyelamatkanorang percaya?

Pada suatu ketika, kamu akan menghadapi ujian kenaikan kelas. Kamu kurang menggunakan waktu untuk belajar. Ketika hari ujian tinggal satu atau dua har lagi, kamu khawatir memperoleh nilai jelek. Kamu sadar bahwa persiapan untuk mengikuti ujian amat kurang. Dalam ketakutan, kamu berdoa minta pimpinan Tuhan dan berharap Tuhan akan menolong memberikan nilai yang baik pada mu.Kamu juga mempersiapkan kertas contekan untuk berjaga-jaga, dan jika situasi memungkinkan, kamu akan menyontek. Apakah sikap kamu dapat dikatakan sebagai sikap orang beriman? Mengapa demikian?

D.Memelihara Iman

Dalam 2 Timotius 4: 7-8, Rasul Paulus menulis,Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku,melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”

Nampaknya Rasul Paulus mencoba menggambarkan betapa beratnya upaya untuk mempertahankan dan memelihara iman. Ia tidak hanya memelihara iman dengan berdoa, namun juga bersaksi memberitakan Injil Kerajaan Allah, berani mengatakan kebenaran dan menegur yang bersalah, memiliki penguasaan diri,sabar dan tabah dalam penderitaan. Itulah cara Paulus memelihara iman dan pengalaman ini ia bagikan kepada Timotius. Manusia di dalam dirinya sendiri tidak berdaya jika Roh Allah tidak mengaruniakan kepadanya kekuatan iman,pengertian dan pengharapan. Allah memberikan Roh-Nya hanya untuk orang yang menaati Dia (Kisah Para Rasul 5:32). Sejajar dengan itu, dalam Kitab Efesus2:8-9 tertulis,

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukanhasil usahamu, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan adaorang yang memegahkan diri.”

Dalam rangka mendukung pernyataan tersebut di atas, Efesus 6:13-18 menulis, Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitaka nInjil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala     doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orangKudus.”

 Perisai iman yang disebutkan di dalam bagian Kitab tersebut ditutup dengan sebuah pernyataan, yaitu berdoalah setiap waktu dengan permohonan yang tak putus-putusnya. Artinya, manusia beriman harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya. Melalui doa, orang beriman bisa datang lebih dekat kepada Tuhan. Doa menjaga relasi orang beriman dengan Allah menjadi semakin akrab sehingga Allah semakin dikenal. Dengan doa kita dapat mengetahui apakah kehendak Allah dalam hidup ini. Sangat menyedihkan bahwa banyak orang Kristen berpikir bahwa Yesus Kristus akan menyelamatkan mereka dari neraka, dosa dan maut hanya dengan menyebut nama-Nya setiap waktu. Untuk itu, Yesus telah mengatakan:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam KerajaanSorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga.”  (Matius 7:21).Apakah kehendak Bapa itu? Beberapa hal yang telah disebutkan dalam Kitab 2 Timotius 4:7-8 dan Efesus 6:13-18. Kamu dapat membacanya dan membuat catatan mengenai kehendak Bapa yang disebutkan dalam bagian Alkitab tersebut. Dalam menjaga serta memelihara iman, orang percaya diminta untuk setia berdoa dan membaca Alkitab.

E. Belajar dari Tokoh Alkitab

Pilihlah salah satu tokoh Alkitab yang ada dalam bacaan Daniel 3, Matius 26:20-25 dan Matius 26:69-75. Kemudian, temukan dan catat apa yang dilakukan tokoh itu dalam memelihara iman. Tulis komentar kamu mengenai tokoh tersebut, yaitu apa yang kamu kagumi dari dirinya. Bacalah Matius 17:20, apa artinya memindahkan gunung dengan iman kita.

F. Ciri-Ciri Orang yang Memelihara Iman

 Tiap manusia mempunyai harapan akan kebahagiaan sejati yang telah ditanamkan dalam setiap hati manusia. Harapan ini adalah suatu keinginan hati berdasarkan iman. Tanpa iman, maka manusia tidak akan mempunyai pengharapan. Harapan inilah yang membuat manusia bertahan menanggung segala macam penderitaan dan kesulitan hidup, karena berharap akan kehidupan kekal di surga. Harapan yang membuat manusia dapat berdiri tegak di tengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan kehidupan. Orang yang memelihara iman adalah mereka yang memiliki sikap berikut. 

Bijaksana dalam memposisikan diri ditengah krisis yang sedang dihadapi

Dalam Daniel 1:8, Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki iman bahwa pembuangan yang dialaminya memiliki dimensi pengajaran sehingga mereka peka bagaimana seharusnya mengambil sikap. Karena iman, mereka tidak menyantap makanan yang diberikan raja dengan kemewahannya. Karena iman, mereka percaya akan lebih bugar dengan santapan sederhana. 

Itulah praktik peran iman merekayaitu tahu memposisikan diri di tengah krisis. Mereka tidak mau menyembah patung berhala raja meskipun diancam hukuman berat. Sebagai akibat dari ketaatan kepada Tuhan, mereka dicampakkan dalam api yang bernyala namun Tuhan menyelamatkan mereka. Hasilnya, raja pun takluk kepada Tuhan yang mereka sembah.

Tetap menghormati norma sosial masyarakat

Konteks hidup Daniel dan kawan-kawan di tengah lingkungan pluralistik mirip dengan konteks Indonesia yang majemuk. Namun Daniel yang beriman tidak menjadikannya langsung menolak semua norma sosial masyarakat. Contoh,Daniel mengikuti kebiasaan setempat dalam memberi salam kepada raja dan iatidak keberatan ketika nama mereka diganti dengan nama Babel.

Menerima keterbatasannya sebagai manusia

Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah. Sebagai ciptaan, manusia memiliki keterbatasan. Dapatkah kamu menyebutkan apa saja keterbatasan manusia? Karena keterbatasan itu maka manusia menggantungkan hidupnya pada Tuhan. Percaya dan memberikan diri dipimpin oleh Tuhan tidak berarti manusia bersikap pasif. Orang beriman termotivasi untuk belajar dan bekerja dengan giat.

Terus menjaga dan membina hubungan yang akrab dengan Tuhan melalui doa dan membaca Alkitab

Berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidup baik itu menyenangkan maupun tidak, dalam segala situasi orang beriman tetap memelihara hubungan yang akrab dengan Tuhan. Hal itu dilakukan melalui kesetiaan dalam berdoa dan membaca Alkitab.

Tetap setia apapun keadaannya

Orang beriman tetap setia dan percaya pada Tuhan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Iman mereka tidak pernah surut dan tidak hilang percaya kepada Tuhan. Terkadang menghadapi masalah, apalagi jika masalah itu berat, manusia cenderung meragukan Tuhan. Bangsa Israel sering melakukannya ketika mereka berada di padang gurun, padahal Tuhan telah melakukan banyak mujizat bagi mereka. Ketika menghadapi kesukaran mereka bersungut-sungut dan meragukan Tuhan.

 Menerima baik-buruknya peristiwa kehidupan sebagai kedaulatan Tuhan

Orang beriman menerima berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya seraya mengakui kedaulatan Allah dalam hidupnya. Hal ini berbeda dengan sikap“pasrah” yang fatalistik. Tentu saja dalam menghadapi masalah, orang beriman akan berupaya mengatasinya tetapi tidak mengandalkan kemampuannya sendiri namun sambil berupaya mereka tetap berdoa dan percaya kepada Tuhan.

G.Berbagi Kesan dan Pesan

Kamu dapat berbagi mengenai apa telah dipelajari hari ini. Apakah kamu memahami apa artinya memiliki iman kepada Yesus Kristus dan memelihara iman? Perasaan atau kesan apa yang kamu dapatkan dari pelajaran ini? Bagaimana cara kamu memelihara iman? Apakah kamu melihat orang tua kamu memelihara imannya? Bagaimana cara mereka melakukannya?

H. Rangkuman

Bagi orang Kristen, beriman berarti berpegang teguh pada keyakinan yang dimiliki tentang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Dalam keyakinan itu, kamu percaya kepada Yesus dan menaruh pengharapan kepada-Nya bahwa Ia menyelamatkan kamu dari dosa. Karena kamu telah diselamatkan makakamu menanggapi anugerah keselamatan itu dengan cara melakukan semua perintah-Nya dalam hidup kamu. Iman membangkitkan pengharapan, sekaligus mendorong seseorang untuk mewujudkan pengharapannya itu. Untuk itu, kamu terdorong untuk memelihara iman dengan cara setia berdoa dan membaca Alkitab.

Doa Penutup

     Terima kasih Tuhan karena kami boleh mengenal Engkau dalam kasih dan kemuliaan-Mu. Terima kasih untuk pembelajaran hari ini. Bantu kami agar kami terus memelihara iman kepada-Mu, agar kami selalu teguh dalam iman dan percaya kepada Allah dalam Yesus Kristus Tuhan kami. Sebagai remaja kami menghadapi berbagai tantangan dan godaan karena itu kami mohon agar Tuhan menguatkan kami agar kami mampu memelihara Iman. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, Amin.

 sumber : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ; Kementrian pendidikan dan kebudayaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 














INDAHNYA MENGAMPUNI






Gambar : Pixabay.com

 Indahnya Mengampuni

(Bahan Alkitab: Kejadian 45:1-14; Matius 6:14-15 dan Matius 18:22-35)

A. Pengantar

Apakah kamu pernah mendengar nama Nelson Mandela? Ia adalah

seorang tokoh pejuang Afrika Selatan yang memperjuangkan keadilan bagi

kaum kulit hitam di Afrika Selatan yang ditindas dan diperlakukan secara

tidak adil. Demi memperjuangkan nasib kaumnya, ia dipenjara lebih dari 20

tahun. Setelah Nelson Mandela dibebaskan dan memenangkan pemilihan

umum di Afrika Selatan sehingga terpilih sebagai presiden, orang pertama

yang diundang untuk makan malam bersamanya adalah kepala penjara.

Padahal dalam masa hukumannya, kepala penjara itu banyak merugikan

dirinya. Ketika para wartawan mengajukan pertanyaan kepadanya: mengapa

Anda memberi prioritas pada kepala penjara yang sering menyakiti Anda?

Maka jawab Mandela:”Kamu harus terlebih dahulu mengampuni seseorang

yang berada di dekatmu dan paling banyak menyakitimu. Jika kamu mampu

melakukannya, kamu dapat mengampuni semua orang yang melakukan

kejahatan padamu”. Mengampuni berarti membebaskan dirimu dari

kebencian dan membiarkan perasaan damai menguasai hatimu.

Sikap yang luar biasa, bukan? Pernahkah kamu mengampuni atau

diampuni seseorang? Coba ceritakan pengalamanmu itu secara berkelompok

atau kamu dapat berbagi dengan teman sebangku tentang bagaimana kamu

mengampuni ataupun diampuni oleh seseorang. Apa yang kamu rasakan

setelah mengampuni atau diampuni olehnya? Sebaliknya, adakah pengalaman

ketika kamu tidak bersedia mengampuni orang lain ataupun tidak diampuni

oleh orang lain, bagaimana perasaanmu?

B. Memahami Pengampunan

Kegiatan 1

Setelah berbagi tentang perasaanmu ketika mengampuni dan

diampuni,kini tuliskanlah pemahamanmu tentang arti mengampuni.

Menurut saya mengampuni adalah:

------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------------

Mengapa hal pengampunan penting bagi orang Kristen? Apakah

menurut kamu, dalam hidup ini kita perlu mengampuni orang lain?

Sebaliknya, apakah kita membutuhkan pengampunan dari orang lain?

Kegiatan 2

Mengampuni artinya kita memaafkan seseorang atas kesalahan yang

dilakukannya dan tidak mengungkit kesalahan itu lagi. Pada kenyataannya

cukup sulit untuk melakukannya. Mengapa? Karena setiap orang memiliki

sifat egois atau keakuan yang cenderung menempatkan dirinya sebagai

orang yang paling benar sedangkan orang lain selalu menjadi pihak yang

salah. Mengapa demikian? Karena kita selalu tergoda untuk hanya melihat

ke dalam diri kita saja, kita berpikir dari sudut diri sendiri, dan lupa untuk

berpikir dari sudut orang lain. Contohnya, jika terjadi masalah atau pertikaian

dengan teman, kita cenderung menyalahkan teman tanpa mau bersusah

payah mencari tahu mengapa dia marah pada kita. Padahal kemungkinan

ada perbuatan kita yang tidak berkenan baginya.

Banyak orang mengira mengampuni berarti melupakan masalah,

merelakan kesalahan orang lain, membebaskan diri dari kebencian, dendam

dan marah. Sebenarnya mengampuni itu adalah perbuatan yang terutama

kita lakukan untuk diri kita sendiri tanpa melupakan orang yang menyakiti

kita. Dengan mengampuni kita melepaskan diri kita dari amarah dan dendam,

bukan melepaskan orang lain dari pikiran kita.

Namun seberapa dalam pun luka yang telah terjadi, kita tidak akan sembuh

dari luka itu sampai kita mengampuni kesalahan orang yang bersangkutan.

Pengampunan adalah sebuah keputusan dari hati dan mengampuni tidaklah

mengubah masa lalu, melainkan mencerahkan masa depan. Artinya,

pengampunan yang diberikan tidak berarti menghapus masa lalu karena

semua sudah terjadi. Dengan mengampuni, seseorang dibebaskan dari beban

kebencian, dan hati terasa damai. Dengan begitu langkah ke depan menjadi

cerah.

Apakah Mudah untuk Melupakan Rasa Sakit Hati Kita?

Dalam beberapa kasus sangat sulit untuk menyembuhkan luka hati dan

rasa benci, tetapi perlu diingat bahwa pengampunan itu dapat berarti hal

seperti berikut ini.

1. Membebaskan diri dari beban kebencian dan menggantinya dengan damai

sejahtera. Coba kamu ambil air putih dan tuangkan kopi kental atau teh

sedikit demi sedikit. Lama kelamaan air putih akan berubah menjadi

kuning untuk teh dan hitam untuk kopi. Seperti itulah hatimu diubah dari

putih menjadi hitam. Kamu tidak ingin hatimu pekat seperti kopi, bukan?

2. Tidak berarti kita bersedia terluka untuk kedua kalinya. Yusuf memastikan

bahwa saudara-saudaranya telah berubah dan dia tidak akan menjadi

korban untuk kedua kalinya. Jadi, kamu dapat mengampuni tetapi tidak

menyerahkan dirimu untuk menjadi korban kemarahan ataupun tindakan

negatif lainnya

C. Bagaimana Mengampuni?

Kamu pernah dipermalukan oleh seseorang dan hal itu selalu tersimpan di

dalam ingatanmu. Semakin kamu mengingatnya, semakin dalam rasa benci.

Coba kamu berpikir, mengapa dia melakukan hal itu padamu! Kemudian,

cobalah membuat daftar penyebabnya. Misalnya, karena kamu pintar dan

tekun belajar, atau karena kamu cenderung tidak mau bergaul sehingga

teman-teman memiliki pemahaman yang salah tentang dirimu. Mungkin

karena kecerobohanmu menyebarkan rahasia yang dipercayakan padamu,

atau karena kamu lalai mengundangnya ke pesta ulang tahunmu, atau karena

kamu punya teman baru. Jika dirunut, selalu ada hubungan sebab akibat

dalam rusaknya sebuah hubungan yang berakhir dengan pertengkaran dan

kebencian juga dendam. Jika kita bersikap objektif, kita akan temukan bahwa

kedua belah pihak turut menyebabkan rusaknya hubungan antarteman atau

saudara.

Dalam kisah Yusuf dan saudara-saudaranya, ia sadar bahwa dahulu ayahnya

terlalu mencintai dan mengistimewakan dirinya. Hal itu menyebabkan

saudara-saudaranya iri hati dan mereka membencinya. Wujud dari kebencian

itu, mereka menjualnya sebagai budak. Namun, dia tidak membenci mereka,

tetapi Yusuf juga tidak secara otomatis mengampuni saudara-saudaranya.

Dia menguji saudara-saudaranya dengan cara menyelipkan piala ke dalam

karung adik mereka yang paling kecil. Yusuf ingin menguji saudarasaudaranya apakah mereka telah berubah, atau mereka akan mengorbankan

adiknya seperti dahulu ketika mereka membenci dan menjualnya sebagai

budak. Ternyata, saudara-saudaranya telah berubah. Mereka membela

adiknya Benyamin serta menangisinya, bahkan kakak tertua rela ditahan

untuk menggantikan adiknya. Melalui cara itu, Yusuf mengetahui bahwa

kini saudara-saudaranya telah berubah dan karena itu, sudah waktunya

dia menyatakan dirinya pada mereka dan memaafkan mereka. Yusuf tidak

menanti supaya saudara-saudaranya ketakutan dan mengemis untuk

dimaafkan, tetapi dialah yang mengambil inisiatif untuk mendatangi mereka.

Jadi, pengampunan yang kita berikan pada seseorang hendaknya lahir dari

niat baik dan ketulusan hati kita. Yusuf pada dasarnya memiliki hati pemaaf.

Sejak dia melihat mereka, dia sudah mulai berupaya menciptakan pemulihan

hubungan persaudaraan mereka. Amatlah penting untuk menghubungkan

pengampunan atau memaafkan dengan memulihkan hubungan. Mengapa

demikian? Jika kita mengampuni seseorang, upaya kita tidak berhenti hanya

pada sekadar mengampuni, kita juga berupaya memulihkan hubungan kita

dengan orang itu.

Jika mengandalkan kemampuanmu sendiri, tentu sangat sulit untuk

mengampuni sesama. Mintalah pada Tuhan agar dapat membantu kamu

diberikan hikmat supaya dapat mengampuni orang lain dan juga bersedia

memohon maaf pada orang lain atas kesalahanmu.

Kegiatan 3

Mendalami Alkitab

Baca dengan teliti Matius 18:22-35 yang berisi perumpamaan mengenai

orang yang kesalahannya telah diampuni, tetapi dia tidak mau mengampuni

kesalahan orang lain. Sang raja adalah Tuhan, sedangkan yang berutang

adalah umat Tuhan. Simpulan perumpamaan ini terdapat dalam (ayat 35).

Coba tuliskan pendapatmu tentang bagian Alkitab ini dikaitkan dengan topik

mengampuni! Bandingkan dengan pengalamanmu seperti yang telah dibahas

dalam pengantar pelajaran ini.

Kegiatan 4

Belajar dari Lagu

Simak lagu berikut dengan teliti, kemudian nyanyikanlah sambil

merenungkan artinya yang berkaitan dengan pengampunan. Apa yang

dikatakan lagu ini mengenai pengampunan? Ulangi lagu ini dalam hatimu

dan cobalah untuk mengimani pengampunan Allah dalam Yesus Kristus.

Dihapuskan Dosaku

Dihapuskan dosaku hanya oleh darah Yesus

Aku pulih dan sembuh hanya oleh darah Yesus

O darah Tuhanku, sumber pembasuhku

Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus

Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus

Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus

O, darah Tuhanku sumber pembasuhku

Sucilah hidupku hanya oleh darah Yesus

(sumber: Kidung Jemaat no.36)

Tuliskan kesanmu ketika menyanyikan lagu DIhapuskan Dosaku.

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………………………

Kegiatan 5

Doa Mohon Pengampunan

Tuliskan doa yang intinya kamu memohon pengampunan dari Allah,

juga memohon ampun atas semua kesalahan yang telah kamu perbuat pada

sesama maupun Tuhan.

Berdoa dan Bernyanyi

……………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………Sumber:  Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kls VII BAB 1

RANGKUMAN 
Allah telah terlebih dahulu mengampuni kita, Dia mengirimkan Yesus Kristus untuk menyelamatkan kita. Cara kita menjawab pengampunan Tuhan adalah dengan mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita ataupun rela meminta pengampunan pada seseorang yang kita rugikan dan sakiti. Banyak orang masih merasa sulit untuk mengampuni orang lain maupun meminta pengampunan atas kesalahannya karena mereka selalu berpikir kalau dirinya benar. Memang, jika mengandalkan kemampuan diri sendiri, sulit untuk mengampuni orang lain begitu saja, tetapi orang beriman dapat mengandalkan karunia Roh Kudus untuk membantu menggerakkan hatinya dalam mengampuni orang lain.


Hubungi saya

 Nama         : Anneke A Polak S.Pd  No HP     : 08161978236  Email      : polak.anneke04@gmail.com