Gambar : Pixabay.com
Kelas VIII Bab 1. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Hidup Beriman
Bahan alkitab : Ibrani 11;1 Yakobus 2:1 dan 2 Timotius 4:7
Bahan Alkitab: Ibrani 11:1; Yakobus 2:17;2 Timotius 4:7
A. A. Pengantar
Pelajaran ini membahas mengenai hidup beriman dan bagaimana memelihara iman.
Dalam pelajaran ini kamu belajar mengenai iman dari segi
defenisi konsep,bagaimana memelihara iman dan mengapa remaja Kristen harus
hidup sebagai orang beriman. Yesus Kristus adalah anak Allah yang telah lahir,
mati dan bangkit bagi kamu. Ia menebus dosa manusia dan peristiwa itu telah
berlangsung berabad-abad lamanya. Cerita mengenai Yesus Kristus tidak akan
dipahami secara mudah jikakamu tidak beriman kepada-Nya. Laksana tumbuhan, iman
membutuhkan pupuk supaya bertumbuh dan berbuah, iman harus dipelihara dalam
hidup kita. Untuk memiliki dan memelihara iman kepada Yesus Kristus, kamu harus
mempercayai-Nya dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Orang percaya mengungkapkan
iman melalui tindakan dan cara hidup sebagaimana tertulis dalam Yakobus 2: 17b,
“Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
hakekatnya adalah mati
.”Kata “iman” dalam Perjanjian Lama berarti “berpegang
teguh”. Beriman berarti berpegang teguh pada keyakinan yang dimiliki akan suatu
hal, karena hal itu dapat dipercaya dan diandalkan. Demikianlah iman selalu
berkaitan dengan“percaya.” Kata “pengharapan” juga tidak terlepas dari iman
kepada Tuhan.Iman membangkitkan pengharapan, sekaligus mendorong seseorang
untuk mewujudkan pengharapannya itu
Alkitab mencatat banyak tokoh beriman dalam pergumulan
mereka masing-masing. Salah satu tokoh Alkitab yang disebut Bapaksegala orang
beriman adalah Abraham.Apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus
dengan segenap jiwa, hati dan akal budi kita, maka apa yang dikehendaki-Nya
atas diri kita pastiterjadi. Inilah juga pengharapan kita dalam iman kita
kepada-Nya. Sifat iman ituaktif, artinya, kita benar-benar yakin akan kebenaran
Firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam
ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman
kita itu sudah mati.Menurut Ibrani 11:1,
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita
harapkan,dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Artinya, iman percaya itu akan terlihat dalam perbuatan. Iman percaya itu dapat melihat dan meyakini sesuatu hal yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang belum kita lihat. Misalnya, kepercayaan tentang Yesus Kristus yang tidak pernah kamu lihat secara fisik namun kamu percaya pada-Nya berdasarkankesaksian Alkitab. Iman merupakan anugerah Allah yang dicurahkan bagi orangyang percaya dan berharap kepada-Nya serta melakukan kehendak-Nya. Jadi,dalam iman ada unsur percaya dan pengharapan. Beriman artinya mengamini janji- janji Allah di dalam Yesus Kristus dengan segenap hati, akal budi dan perbuatan.
B. Iman dan Percaya
Menurut Niftrik dan Boland, aspek iman tidak dapat
dipisahkan dari percaya.Manusia beriman membangun imannya dengan kepercayaan
yang menjadi akardari iman. Alkitab menyatakan bahwa,
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orangberkenan kepada
Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percayabahwa Allah
ada, dan bahwa Allah memberi upah keoada orang yang sungguh-sungguh mencari
Dia.
” (Ibrani 11:6 ). Selanjutnya Ibrani 6:7-9 menulis tentang
Nuhdan Abraham yang telah menunjukkan imannya yang luar biasa kepada Allah.Iman
mereka terus bertumbuh dalam perjalanan hidup mereka dan mereka terusmemelihara
iman.
Nuh merupakan tokoh fenomenal pada zamannya, ketika ia mulai mengerjakan bahtera sebagaimana diperintahkan Tuhan padanya.Banyak orang memperolok dirinya bahkan menganggap Nuh kurang waras. Berbagai tekanan yang dialaminya tidak mudah untuk dihadapi ,namun ia percaya kepada Tuhan. Imannya tidak goyah menghadapi tekanan dari penduduk kota.Sampai tiba saatnya mereka sekeluarga masuk ke dalam bahtera dan turun hujan 40 hari lamanya sehingga seluruh bumi tergenang air. Tidak ada manusia yang selamat kecuali Nuh dan keluarganya (seisi rumahnya).
Ketika Abraham disuruh Tuhan untuk meninggalkan
tempat tinggalnya dan pergi ke suatu negeri yang belum ia ketahui, ia taat
kepada perintah Tuhanitu tanpa bertanya atau mengeluh. Allah berjanji akan
menjadikan keturunan Abraham sebagai bangsa yang besar dan diberkati oleh Allah.
Demikianlah Abraham pergi tanpa kejelasan arah dan tujuan. Ia hanya mengandalkan
janji Allah dan ia tetap memegang teguh janji tersebut. Abraham percaya dan
dengan sepenuh hati menyerahkan masa depannya kepada janji Allah. Ia harus
berpisah dari sanak keluarganya, dari habitatnya untuk menjalani perintah Tuhan.
Berbagai rintangan dan kesulitan ia hadapi. Puncak dari perjuangannya adalah
ketika Tuhan meminta Abraham mempersembahkan Ishak sebagai kurban bagi-Nya. Anak
tunggal yang diperoleh dari Tuhan setelah sekian lama menantikannya. Iapun
memenuhi perintah Allah untuk mengurbankan Ishak. Namun, Allah meluputkan Ishak
dan menggantikannya dengan hewan kurban bagi Abraham. Melalui ujian ini, Abraham disebut
sebagai bapa segala orang beriman. Bacalah lebih lengkap kisah ini di
Kejadian22: 1-14. Riwayat Nuh dan Abraham dapat menjadi petunjuk bagi kamu,
bagaimana manusia beriman menampakkan iman dan percayanya kepada Tuhan. Mereka bertindak menyenangkan hati Tuhan. Tindakan Nuh dan Abraham didasari oleh aspek
“percaya” kepada janji Tuhan, mereka mengenal Tuhan yang dipercayai, mereka merasakan
kedekatan dengan-Nya, mereka membangun relasi atau hubungan yang intim dengan
Tuhan dan berkomunikasi dengan-Nya secara teratur. Hubungan dengan Tuhan dibangun
berdasarkan pengenalan, kedekatan serta pengetahuan akan Tuhan yang melibatkan
seluruh diri mereka, baik hati nurani maupun akal budi.
Dalam Kitab Perjanjian Baru ada dua peristiwa yang dapat
diangkat sebaga icontoh dalam kaitannya dengan aspek percaya.
Pertama, perempuan Kanaan (Matius 15:21-28). Anak perempuan Kanaan ini kerasukan setan dan amat menderita. Ketika ia mendengar Yesus sedang berada di daerah dekatnya,perempuan ini segera pergi ke sana dan meminta Yesus menyembuhkan penyakit anak perempuannya itu. Yang menarik adalah Yesus ternyata tidak mempedulikan permintaan tolong perempuan Kanaan itu. Perempuan itu terus berusaha mendekati Yesus sambil memohon. Perkataan Yesus kemudian sebenarnya bisa sangat menyakitkan hatinya, tetapi perempuan Kanaan itu tidak peduli; ia tetap meminta tolong Yesus untuk menyembuhkan anaknya. Oleh karena melihat keteguhan hati perempuan Kanaan itu, Yesus pun mengabulkan permintaannya dengan menyembuhkan penyakit anaknya itu .
Kedua, Yesus menyembuhkan perwira di Kapernaum (Lukas 7:1-10). Hamba perwira Romawi ini mengalami sakit keras. Ia sangat mengasihi hambanya itu.Ketika ia mendengar Yesus memasuki kota Kapernaum, ia mengutus beberapa orang suruhannya untuk meminta Yesus menyembuhkan penyakit hambanyaitu. Yesus pun mengabulkan permintaan perwira Romawi itu. Pada waktu ia mengetahui bahwa Yesus bersedia menyembuhkan hambanya, justru perwira Romawi merasa dirinya tidak pantas menerima kehadiran Yesus di rumahnya. Ia hanya meminta Yesus untuk menyembuhkan hambanya itu dari jauh, karena ia percaya, tanpa perlu datang ke rumahnya pun, Yesus sanggup menyembuhkan hambanya itu. Demikianlah Yesus memuji “iman” perwira Romawi itu dan menyembuhkan hambanya yang sakit itu.
Kesimpulan dari dua buah cerita dalam Perjanjian Baru tersebut, adalah, apabila kita percaya dan berpegang teguh kepada Yesus (melalui firman-Nya) dengan segenap jiwa, hati dan akal budi, maka apa yang dikehendaki-Nya atas diri kita pasti terjadi. Inilah pengharapan kita dalam iman kepada-Nya. Sifat iman itu aktif ,artinya, kamu harus benar-benar yakin akan kebenaran firman Tuhan dan sungguh-sungguh melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, jika kita mengaku beriman kepada Yesus, tetapi hanya di dalam ucapan saja, tanpa perilaku yang menunjukkan iman itu, maka sebenarnya iman kita itu sudah mati.
C. Implikasi bagi Saya
Simak empat buah cerita di atas (pada subbab B), kemudian
berikan komentarkamu. Dari empat buah cerita itu, manakah yang dapat
menggambarkan sikapiman dan percaya pada Allah? Manakah yang dapat
menggambarkan bahwa iman orang percaya dibangun berdasarkan janji Allah untuk
menyelamatkanorang percaya?
Pada suatu ketika, kamu akan menghadapi ujian kenaikan
kelas. Kamu kurang menggunakan waktu untuk belajar. Ketika hari ujian tinggal
satu atau dua har lagi, kamu khawatir memperoleh nilai jelek. Kamu sadar bahwa
persiapan untuk mengikuti ujian amat kurang. Dalam ketakutan, kamu berdoa minta
pimpinan Tuhan dan berharap Tuhan akan menolong memberikan nilai yang baik pada
mu.Kamu juga mempersiapkan kertas contekan untuk berjaga-jaga, dan jika
situasi memungkinkan, kamu akan menyontek. Apakah sikap kamu dapat dikatakan sebagai
sikap orang beriman? Mengapa demikian?
D.Memelihara Iman
Dalam 2 Timotius 4: 7-8, Rasul Paulus menulis,”Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku,melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.”
Nampaknya Rasul Paulus mencoba menggambarkan betapa
beratnya upaya untuk mempertahankan dan memelihara iman. Ia tidak hanya
memelihara iman dengan berdoa, namun juga bersaksi memberitakan Injil Kerajaan
Allah, berani mengatakan kebenaran dan menegur yang bersalah, memiliki
penguasaan diri,sabar dan tabah dalam penderitaan. Itulah cara Paulus
memelihara iman dan pengalaman ini ia bagikan kepada Timotius. Manusia di dalam
dirinya sendiri tidak berdaya jika Roh Allah tidak mengaruniakan kepadanya
kekuatan iman,pengertian dan pengharapan. Allah memberikan Roh-Nya hanya untuk
orang yang menaati Dia (Kisah Para Rasul 5:32). Sejajar dengan itu, dalam Kitab
Efesus2:8-9 tertulis,
“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukanhasil usahamu, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan adaorang yang memegahkan diri.”
Dalam rangka mendukung pernyataan tersebut di atas, Efesus 6:13-18 menulis, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitaka nInjil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orangKudus.”
Perisai iman yang disebutkan di dalam bagian Kitab tersebut ditutup dengan sebuah pernyataan, yaitu berdoalah setiap waktu dengan permohonan yang tak putus-putusnya. Artinya, manusia beriman harus selalu mendekatkan diri kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya. Melalui doa, orang beriman bisa datang lebih dekat kepada Tuhan. Doa menjaga relasi orang beriman dengan Allah menjadi semakin akrab sehingga Allah semakin dikenal. Dengan doa kita dapat mengetahui apakah kehendak Allah dalam hidup ini. Sangat menyedihkan bahwa banyak orang Kristen berpikir bahwa Yesus Kristus akan menyelamatkan mereka dari neraka, dosa dan maut hanya dengan menyebut nama-Nya setiap waktu. Untuk itu, Yesus telah mengatakan:
“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam KerajaanSorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga.” (Matius 7:21).Apakah kehendak Bapa itu? Beberapa hal yang telah disebutkan dalam Kitab 2 Timotius 4:7-8 dan Efesus 6:13-18. Kamu dapat membacanya dan membuat catatan mengenai kehendak Bapa yang disebutkan dalam bagian Alkitab tersebut. Dalam menjaga serta memelihara iman, orang percaya diminta untuk setia berdoa dan membaca Alkitab.
E. Belajar dari Tokoh Alkitab
Pilihlah salah satu tokoh Alkitab yang ada dalam bacaan
Daniel 3, Matius 26:20-25 dan Matius 26:69-75. Kemudian, temukan dan catat apa
yang dilakukan tokoh itu dalam memelihara iman. Tulis komentar kamu mengenai
tokoh tersebut, yaitu apa yang kamu kagumi dari dirinya. Bacalah Matius 17:20,
apa artinya memindahkan gunung dengan iman kita.
F. Ciri-Ciri Orang yang Memelihara Iman
Tiap manusia
mempunyai harapan akan kebahagiaan sejati yang telah ditanamkan dalam setiap
hati manusia. Harapan ini adalah suatu keinginan hati berdasarkan iman. Tanpa
iman, maka manusia tidak akan mempunyai pengharapan. Harapan inilah yang membuat
manusia bertahan menanggung segala macam penderitaan dan kesulitan hidup, karena
berharap akan kehidupan kekal di surga. Harapan yang membuat manusia dapat
berdiri tegak di tengah-tengah berbagai persoalan dan tantangan kehidupan.
Orang yang memelihara iman adalah mereka yang memiliki sikap berikut.
Bijaksana dalam memposisikan diri ditengah krisis yang
sedang dihadapi
Dalam Daniel 1:8, Sadrakh, Mesakh dan Abednego memiliki iman bahwa pembuangan yang dialaminya memiliki dimensi pengajaran sehingga mereka peka bagaimana seharusnya mengambil sikap. Karena iman, mereka tidak menyantap makanan yang diberikan raja dengan kemewahannya. Karena iman, mereka percaya akan lebih bugar dengan santapan sederhana.
Itulah praktik peran iman
merekayaitu tahu memposisikan diri di tengah krisis. Mereka tidak mau menyembah
patung berhala raja meskipun diancam hukuman berat. Sebagai akibat dari ketaatan
kepada Tuhan, mereka dicampakkan dalam api yang bernyala namun Tuhan
menyelamatkan mereka. Hasilnya, raja pun takluk kepada Tuhan yang mereka sembah.
Tetap menghormati norma sosial masyarakat
Konteks hidup Daniel dan kawan-kawan di tengah lingkungan
pluralistik mirip dengan konteks Indonesia yang majemuk. Namun Daniel yang
beriman tidak menjadikannya langsung menolak semua norma sosial masyarakat.
Contoh,Daniel mengikuti kebiasaan setempat dalam memberi salam kepada raja dan
iatidak keberatan ketika nama mereka diganti dengan nama Babel.
Menerima keterbatasannya sebagai manusia
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah. Sebagai
ciptaan, manusia memiliki keterbatasan. Dapatkah kamu menyebutkan apa saja
keterbatasan manusia? Karena keterbatasan itu maka manusia menggantungkan
hidupnya pada Tuhan. Percaya dan memberikan diri dipimpin oleh Tuhan tidak
berarti manusia bersikap pasif. Orang beriman termotivasi untuk belajar dan
bekerja dengan giat.
Terus menjaga dan membina hubungan yang akrab dengan Tuhan
melalui doa dan membaca Alkitab
Berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidup baik itu
menyenangkan maupun tidak, dalam segala situasi orang beriman tetap memelihara
hubungan yang akrab dengan Tuhan. Hal itu dilakukan melalui kesetiaan dalam
berdoa dan membaca Alkitab.
Tetap setia apapun keadaannya
Orang beriman tetap setia dan percaya pada Tuhan dalam
menghadapi berbagai masalah kehidupan. Iman mereka tidak pernah surut dan tidak
hilang percaya kepada Tuhan. Terkadang menghadapi masalah, apalagi jika masalah
itu berat, manusia cenderung meragukan Tuhan. Bangsa Israel sering melakukannya ketika
mereka berada di padang gurun, padahal Tuhan telah melakukan banyak mujizat bagi
mereka. Ketika menghadapi kesukaran mereka bersungut-sungut dan meragukan Tuhan.
Menerima baik-buruknya peristiwa kehidupan sebagai kedaulatan Tuhan
Orang beriman menerima berbagai peristiwa yang terjadi
dalam kehidupannya seraya mengakui kedaulatan Allah dalam hidupnya. Hal ini
berbeda dengan sikap“pasrah” yang fatalistik. Tentu saja dalam menghadapi
masalah, orang beriman akan berupaya mengatasinya tetapi tidak mengandalkan
kemampuannya sendiri namun sambil berupaya mereka tetap berdoa dan percaya
kepada Tuhan.
G.Berbagi Kesan dan Pesan
Kamu dapat berbagi mengenai apa telah dipelajari hari ini.
Apakah kamu memahami apa artinya memiliki iman kepada Yesus Kristus dan
memelihara iman? Perasaan atau kesan apa yang kamu dapatkan dari pelajaran ini?
Bagaimana cara kamu memelihara iman? Apakah kamu melihat orang tua kamu
memelihara imannya? Bagaimana cara mereka melakukannya?
H. Rangkuman
Bagi orang Kristen, beriman berarti berpegang teguh pada
keyakinan yang dimiliki tentang Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.
Dalam keyakinan itu, kamu percaya kepada Yesus dan menaruh pengharapan
kepada-Nya bahwa Ia menyelamatkan kamu dari dosa. Karena kamu telah diselamatkan
makakamu menanggapi anugerah keselamatan itu dengan cara melakukan
semua perintah-Nya dalam hidup kamu. Iman membangkitkan pengharapan,
sekaligus mendorong seseorang untuk mewujudkan pengharapannya itu. Untuk itu,
kamu terdorong untuk memelihara iman dengan cara setia berdoa dan
membaca Alkitab.
Doa Penutup
Terima kasih Tuhan
karena kami boleh mengenal Engkau dalam kasih dan kemuliaan-Mu. Terima kasih
untuk pembelajaran hari ini. Bantu kami agar kami terus memelihara iman
kepada-Mu, agar kami selalu teguh dalam iman dan percaya kepada Allah dalam
Yesus Kristus Tuhan kami. Sebagai remaja kami menghadapi berbagai tantangan dan
godaan karena itu kami mohon agar Tuhan menguatkan kami agar kami mampu
memelihara Iman. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa, Amin.
sumber : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ; Kementrian pendidikan dan kebudayaan








0 komentar:
Posting Komentar